Opini Publik

Menyoal Daya Saing dan Kemampuan Inovasi Indonesia

Global Competitiveness Index (GCI) atau Indeks Daya Saing Global, dipublikasikan oleh World Economic Forum (WEF) menampilkan variabel-variabel

Menyoal Daya Saing dan Kemampuan Inovasi Indonesia
Yuswohady
Revolusi Industri 4.0 

Oleh: Herry Azhar Pradana MBA, Peneliti di Badan Penelitian & Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

BANJARMASINPOST.CO.ID - Global Competitiveness Index (GCI) atau Indeks Daya Saing Global, dipublikasikan oleh World Economic Forum (WEF) menampilkan variabel-variabel yang mempengaruhi dan mendorong produktivitas pertumbuhan dan perkembangan suatu negara pada era Revolusi Industri 4.0.

Indeks serupa juga dipublikasikan oleh institusi lain seperti IMD serta Asia Competitiveness Institute (ACI) dan EU untuk level regional, namun indeks yang dikeluarkan oleh WEF-lah yang seringkali menjadi acuan bagi Pemerintah, Investor, Akademisi, dan awak media dalam melihat dan menilai potensi dan daya saing sebuah negara.

Indeks Daya Saing tersebut dibentuk dari 103 indikator yang dikelompokkan lagi menjadi 12 pilar utama, yaitu: Lembaga, Infrastruktur, Adopsi TIK, Stabilitas Makroekonomi, Kesehatan, Keterampilan, Pasar Produk, Pasar Tenaga Kerja, Sistem Keuangan, Ukuran Pasar, Dinamika Bisnis dan Kemampuan Inovasi.

Pendekatan daya saing yang digunakan oleh WEF menekankan bahwa daya saing bukanlah zero-sum game antar negara, namun merupakan hal yang dapat dicapai oleh semua negara, dengan upaya yang terencana dan terkoordinasi.

Pada laporan tersebut, Indonesia berada pada peringkat ke-50, di mana posisi ini merupakan penurunan dari peringkat di 2018 yaitu pada posisi ke-45. Indonesia memiliki skor 65 dari 100 poin, turun 0,3 poin dari tahun sebelumnya.

Meskipun secara umum, Indonesia berada para peringkat ke-4 dikawasan ASEAN, namun Indonesia jauh tertinggal dibelakang Singapura yang menempati peringkat pertama, Malaysia di peringkat ke-27 dan Thailand di peringkat ke-40.

Indonesia memiliki poin yang cukup kuat pada variabel ukuran pasar dan stabilitas makroekonomi. Namun disisi lain, rendahnya Indeks Daya Saing yang dimiliki Indonesia saat ini salah satunya dipengaruhi oleh rendah pertumbuhan pada pada variabel Inovasi.

Kapasitas Inovasi secara umum dinilai masih sangat terbatas, meskipun ada sedikit mengalami peningkatan. Jika ditelaah lebih lanjut pada pilar Kemampuan Inovasi, Indonesia berada pada peringkat 74 dari 144 negara.

Ada beberapa variabel pada pilar Kemampuan Inovasi yang harus menjadi fokus, dikarenakan peringkatnya cukup rendah, seperti variabel International Co-Invention per 1 juta penduduk (Peringkat ke-98), Pengajuan Paten (Peringkat ke-101), Anggaran untuk Riset dan Pengembangan (Peringkat ke-116), serta Pengajuan Trademark (Peringkat ke-97).

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved