Berita Kabupaten Banjar

Sampah Jadi Perhatian Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Psikologi FK ULM, Usung Gelas Intan

Sampah Jadi Perhatian Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran ULM, Ini Yang Dilakukan

Sampah Jadi Perhatian Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Psikologi FK ULM, Usung Gelas Intan
Prodi Psikologi ULM untuk Banjarmasin Post
Tim Pengabdian Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) saat melakukan program pengabdian masyarakat di salah satu sekolah di Desa Dalam Pagar, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Masalah sampah jadi salah satu perhatian Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Salah satunya lewat program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat.

Tim Pengabdian Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat yang beranggotakan Marina Dwi Mayangsari, M.Psi, Psikolog; Rika Vira Zwagery, M.Psi, Psikolog dan Rendy Alfiannoor Achmad, S.Psi, MA mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Dalam Pagar, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar September lalu.

Mereka mengusung program yang dinamakan Gelas Intan (Gerakan Less Waste Kota Intan) sebagai upaya meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengurangi produksi sampah harian masyarakat. 

Baca: Penerima Bantuan Kube telah diverifikasi, Bupati Tabalong Gelontorkan Dana Rp 600 Juta

Baca: Kabar Gembira Ammar Zoni dan Irish Bella Setelah Bayi Kembarnya Meninggal Dunia, Siap-siap Dapat Ini

Baca: Foto Ahok BTP Gendong Bayi Viral! Istri Mantan Suami Veronica Tan, Puput Nastiti Devi Melahirkan?

Baca: Nasib Tragis Bayi Tabung Denny Cagur, Istri Teman Sule & Andre Taulany Itu Sebut Soal Rasa Takut

"Isu mengenai sampah di Indonesia merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang belum terpecahkan jadi latar belakang mengapa kami mengangkat tema tersebut," terang Rika Vira Zwagery kepada Banjarmasinpost.co.id Selasa (15/10/2019).

Diterangkannya, bertambahnya jumlah penduduk otomatis akan diikuti bertambahnya volume timbunan sampah.

"Permasalahan tersebut diperburuk dengan kurangnya kesadaran dan kemauan masyarakat dalam mengelola sampah, kurangnya pemahaman masyarakat tentang sampah, dan keengganan masyarakat memanfaatkan kembali sampah," kata Ira, sapaan akrabnya.

Permasalahan lingkungan yang terdapat di wilayah Kecamatan Martapura Timur salah satunya adalah produksi sampah yang cukup tinggi dan pencemaran yang diakibatkannya.

"Disamping itu edukasi mengenai permasalahan tersebut dan upaya untuk meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat masih belum gencar dilakukan," tambah Ira.

Program Gelas Intan (Gerakan Less Waste Kota Intan), jelas Ira lagi, ditujukan sebagai upaya pemberian edukasi terhadap masyarakat mengenai gaya hidup yang lebih sadar lingkungan.

Hal tersebut ditujukan agar membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai isu lingkungan yang sedang terjadi disekitarnya sehingga dapat mengurangi berbagai dampak negatif dan permasalahan lingkungan yang telah timbul di wilayah tersebut.

"Adanya program ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap dampak perilakunya terhadap lingkungan dan sebaliknya, serta pembentukan aspek perilaku masyarakat yang lebih sadar terhadap isu-isu lingkungan," terang dia.

(banjarmasinpost.co.id/rahmadhani)

Penulis: Rahmadhani
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved