Pola Hidup Unik Suku Dayak Balangan

Anak-anak Suku Dayak di Balangan Ini Mengenakan Kalung 'Ajaib', Dipercaya Terhindar dari Penyakit

Sejumlah suku kadang memiliki kepercayaan mereka masing-masing, begitupun suku-suku yang ada di Bumi Lambung Mangkurat yakni Kalimantan Selatan.

Anak-anak Suku Dayak di Balangan Ini Mengenakan Kalung 'Ajaib', Dipercaya Terhindar dari Penyakit
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Sebagian anak di Dusun Libarusungkai, Balangan mengenakan kalung yang dipercaya sebagai alat penyembuhan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Sejumlah suku kadang memiliki kepercayaan mereka masing-masing, begitupun suku-suku yang ada di Bumi Lambung Mangkurat yakni Kalimantan Selatan.

Beberapa suku di Kalimantan Selatan, khususnya suku dayak pedalaman di Dusun Libarusungkai, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalsel juga memiliki kepercayaan yang khas. Terutama dalam metode penyembuhan dan menghindarkan sakit pada anak kecil.

Di dusun terpencil pada wilayah perbatasan tersebut, masyarakat setempat percaya apabila ada anak kecil yang lahir kemudian sakit, maka harus dipasangkan kalung.

Ya kalung itu tentunya bukan sembarang kalung ini telah diberkati doa dan diolah seusai dengan petunjuk dari tetua desa atau orang yang dianggap bisa berhubungan dengan alam sebelah.

Baca: Pernah Pesta Seks Bareng Jennifer Dunn, Vicky Nitinegoro Sekarang Tersandung Kasus Narkoba Lagi

Baca: VIRAL RINA Kaget Pernikahannya dengan Pria Idaman Ricuh karena Digerebek Suaminya, Mengaku Janda

Baca: Wiranto Digantikan Prabowo Sebagai Menkopolhukam? Bocoran Kabinet Beredar Jelang Pelantikan Jokowi

Warga Dusun Libarusungkai, Diyasa menerangkan, kalung yang digunakan anak-anak di desa tersebut memang sudah diberkati. Kalung itu dipercaya sebagai penghalang sakit yang diderita anak-anak. Contoh kecilnya adalah demam tinggi atau telalu sering menangis.

"Jadi disini memang sudah adatnya. Anak-anak mengenakan kalung agar mereka tidak sakit," ucap Diyasa, menjelaskan.

Tidak semua anak-anak di Dusun Libarusungkai menggunakan kalung. Sebagian karena faktor keturunan, sebagian lainnya karena pernah mengalami sakit saat usia bayi.

Diyasa pun termasuk perempuan dewasa yang masa kecilnya pernah mengenakan kalung tersebut. Ia sendiri mengaku selalu merasa sehat dan tak ada penyakit yang muncul.

Saat dewasa tentunya, yakni ketika telah berusia lima tahun, kalung itu sudah boleh dlepas.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved