Pola Hidup Unik Suku Dayak Balangan

Kalung Dipercaya Warga Dayak Balangan untuk Pengobatan, Ini Kata Pengamat Sejarah & Budaya ULM

Kepercayaan kepada hal yang sifatnya magis memang tidak dapat terlepas bagi keseharian urang Banjar atau warga Kalimantan Selatan.

Kalung Dipercaya Warga Dayak Balangan untuk Pengobatan, Ini Kata Pengamat Sejarah & Budaya ULM
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Pengamat Sejarah dan Budaya ULM, Manysur 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Kepercayaan kepada hal yang sifatnya magis memang tidak dapat terlepas bagi keseharian urang Banjar atau warga Kalimantan Selatan.

Sebut saja dalam hal memaknai yang namanya sakit atau penyakit, kemudian bagaimana pengobatannya.

Karena itulah dalam masyarakat Suku Banjar dikenal istilah batatamba. walaupun Urang Banjar beragama Islam, akan tetapi masih ada unsur lokal yang bercampur dengan ajaran Islam dan ditakini keberadaannya.

Batatamba sendiri berasal dari kata tamba atau tatamba yang berarti obat. Batatamba artinya berobat. Dari beberapa referensi sakit atau garing adalam masyarakat Banjar bisa dikategorikan menjadi tiga macam.

Baca: Umur Ashanty Tidak Panjang Disebut, Anang & Aurel Hermansyah Ngamuk, Putri Krisdayanti Sampai Begini

Baca: Terlahir Kena Jerat Tali Pusar, Anak Perempuan Ini Sehat Saat Kenakan Kalung Ajaib Ini

Baca: Pernah Pesta Seks Bareng Jennifer Dunn, Vicky Nitinegoro Sekarang Tersandung Kasus Narkoba Lagi

Sakit yang bisa diobati dengan medis, sakit jiwa atau psikologis serta sakit yang berhubungan dengan magis.

Berhubungan dengan sakit yang sifatnya magis, akan nampak pada kondisi sifik dan psikis bersangkutan, yang perlu diobati dengan tatamba magis pula.

Kalau dalam kepercayaan urang Banjar bisa diobati dengan ritual, dengan memakai sasarat tertentu seperti sesajen atau piduduk.

Sebagai contoh adalah penggunaan kalung picis. Biasanya digunakan oleh anak anak apabila menderita sakit dengan gejala sering kencing atau pangamihan.

Secara antropologi religi, Gejala ini menjadi satu pertanda bahwa ada teguran dari alam sebelah atau dunia gaib bahwa anak tersebut harus ditatamba.

Caranya, dengan memakai kalung kuno atau kalung picis yang terbuat dari uang logam bahari (zaman dahulu). Kalung picis juga ada yang mempercayai digunakan oleh anak yang menderita balancat pada kulit anak atau bayi maupun baliuran.

Halaman
12
Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved