Bumi Bersujud

KBP3A Kabupaten Tanahbumbu Intens Kampanye Cegah Pernikahan Dini, Hasilnya?

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Tanahbumbu, Narni menyatakan

KBP3A Kabupaten Tanahbumbu Intens Kampanye Cegah Pernikahan Dini, Hasilnya?
Diskominfo Tanahbumbu
Siswa dan Mahasiswa Tanahbumbu mengikuti kegiatan aksi Genre cegah pernikahan anak usia dini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Tanahbumbu, Narni menyatakan pihaknya terus intens mengkampanyekan pencegahan pernikahan usia dini.

Menurut Narni, kampanye pencegahan diusia muda dilakukan di sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Tanahbumbu dirasa sangat efektik. Alhasil, melalui program itu pihaknya bisa menekan laju angka pernikahan di usia tersebut.

"Hasilnya sangat efektif. Kampanye dilakukan di sekolah-sekolah," kata Narni, Rabu (16/10/2019 kemarin.

Dipaparkan Narni,l diacara aksi Genre (Generasi Terencana) yang dilaksanakan di Tanahbumbu. Melibatkan anak-anak remaja khususnya berpendidikan SMA/sederajat.

Bersamaan waktu, Pelaksana Tugas (Plt) Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalsel, H Ramlan mengatakan, remaja adalah sumber daya manusia (SDM) memiliki kemampuan peran penting saat Indinesia memasuki era bonus demografi dalam beberapa tahun ke depan.

"Kalau kualitas pemuda kita baik, bangsa ini bisa melesat. Namun sebaliknya bila mental kualitasnya rendah maka menjadi musibah bagi masa depan kita," tuturnya.

Sejumlah problem terjadi di remaja saat ini antara lain, selain pernikahan usia anak (dini). Juga seks pra nikah, hingga mengkonsumsi narkoba.

"Ini tiga hal masalah remaja yang harus dihindari. Remaja Indonesia harus Say No To Sex pra nikah. Pernikahan usia anak (perempuan di bawah 21 tahun, laki-laki di bawah 25 tahun, dan narkoba," katanya.

Menyikapi hal itu sehingga perlu diambil langkah. Di antaranya melakukan kampanye yang dikemas dalam aksi Genre. Atau generasi yan mau merencanakan mada depan dengan lebih baik dan sehat.

"Kampanye dilakukan dari tingkat bawah yang melibatkan siwa dan mahasiswa usia remaja. Dengan harapan mereka bisa melangsungkan pendidikan dengan terencana, berkarier dalam pekerjaan secara terencana, dan menikah dengan penuh perencanaan," tutupnya. (AOL/*)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved