Berita Tapin

Ratusan Guru SMP se Kabupaten Tapin Dibekali Pengetahuan Investasi, Ini Tujuannya

Ratusan guru sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Tapin dikumpulkan di Pendopo Balahendang Rantau, Kamis (17/10/2019).

Ratusan Guru SMP se Kabupaten Tapin Dibekali Pengetahuan Investasi, Ini Tujuannya
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Ratusan guru sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Tapin dikumpulkan di Pendopo Balahendang Rantau, Kamis (17/10/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Ratusan guru sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Tapin dikumpulkan di Pendopo Balahendang Rantau, Kamis (17/10/2019).

Mereka mendapat pengetahuan tentang Inklusi Keuangan sesuai tema kegiatan, Cerdas Berinvestasi, Mandiri Finansial Sejak Sekarang.

Narasumber dalam pertemuan itu, dari perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Pengadaian Cabang Barabai dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin.

Andika, narasumber dari OJK menjelaskan pentingnya masyarakat mengetahui OJK sebagai lembaga yang menjamin mengatur investasi keuangan konsumen dan masyarakat.

Baca: Umur Ashanty Tidak Panjang Disebut, Anang & Aurel Hermansyah Ngamuk, Putri Krisdayanti Sampai Begini

Baca: Tas Mewah Syahrini Cuma Sewaan dari Istri Menteri Ini? Istri Reino Barack Langsung Jadi Sorotan

Baca: Sikap Aneh Nunung, di Pengadilan Bernyanyi Sambil Geleng-geleng Kepala, Awalnya Happy Lalu Kecewa

Dalam paparannya, Andika memperlihatkan visualisasi video dari mini market di Amerika yang pembelinya hanya memperlihatkan barcode scanner di toko sudah bebas mengambil makanan dan minuman yang disukai tanpa membayar di kasir dan tanpa pramusaji.

Menurutnya, kedepan transaksi keuangan sudah sangat canggih hanya melalui gawai yang dipegang sudah bebas berbelanja di mini market.

Investasi sistem online juga ada bahayanya, kurang waspada dan kurang pengetahuian untuk bertanya akan mudah tertipu. Sekitar 60 persen, kaum milenial tidak memiliki strategi investasi sehingga sebaiknya dananya ditabung saja.

"Apalagi, para guru sering menerima informasi penawaran melalui pesan singkat investasi sehari lima kali, jelas itu adalah investasi bodong. Abaikan saja," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved