Ekonomi dan Bisnis

UMKM Kuliner Kemasan di Banjarmasin Masih Fokus Pasarkan Produk di Toko Oleh-oleh dan Minimarket

Nurul Hidayah memproduksi berbagai olahan pangan dengan brand Citrasari, baik yang siap disantap maupun harus dimasak terlebih dulu.

UMKM Kuliner Kemasan di Banjarmasin Masih Fokus Pasarkan Produk di Toko Oleh-oleh dan Minimarket
banjarmasinpost.co.id/mariana
Stand pameran UMKM Kelompok Aksa Bersama di Bazar UMKM yang digelar KPP Pratama Banjarmasin Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ibu-ibu rumah tangga di Banjarmasin cukup banyak yang terjun menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Di antaranya ada Nurul Hidayah yang memproduksi berbagai olahan pangan debgan brand Citrasari, baik yang siap disantap maupun harus dimasak terlebih dulu.

"Ada kerupuk ikan gabus dijual seharga Rp 18.000, kerupuk udang Rp 16.000, kacang putih goreng dan kacang hijau goreng Rp 11.000, serta abon ikan Rp 30.000 per ons," jelasnya kepada Banjarmasinpost co.id.

Kerupuk Ikan gabus dan udang didapatkannya dari pelabuhan RK Ilir, namun saat ini diakuinya stok udang kosong sehingga dia tidak memproduksi kerupuk udang.

Baca: Hasil Timnas U-19 Indonesia vs China : Skor 3-0, Siaran Langsung TVRI & Live Streaming Mola TV

Baca: Pakai Tarif Perda Tahun 2011, Periksa Dokter di RSUD Sultan Suriansyah Cuma Rp 15 Ribu

Baca: Bantu Pemasaran UMKM Kalsel, KPP Pratama Banjarmasin Selatan Gelar Bazar UMKM 2019

Baca: Rahasia Perselingkuhan Uya Kuya dari Astrid Terungkap, Nama Siti Badriah Disebut

"Seluruh produk yang saya bikin dipasarkan melalui toko oleh-oleh yang ada di Banjarmasin. Ada juga yang beli langsung tapi saya lebih suka langsung pasarkan di toko oleh-oleh. Biar bisa dinikmati orang-orang di luar Kalsel. Pernah juga Ibu Wali Kota, Siti Wasilah membeli untuk oleh-oleh tamu yang datang ke Banjarmasin beberapa waktu lalu," ungkapnya.

Dari seluruh produk makanan tersebut yang paling laris adalah kerupuk ikan gabus dan kacang hijau goreng. Namun sayangnya saat ini Nurul masih belum mendaftarkan produk pangan kemasan miliknya ke MUI untuk mendapatkan label halal.

Diakuinya, untuk produk kerupuk dulu sempat mendapat label halal yang difasilitasi oleh Dinas Perdagangan, namun setelah dua tahun ridak diperpanjang.

"Kalau memang diwajibkan Insya Allah nanti saya ajukan proses label halal. Untuk kelengkapan lainnya seperti IRT, Depkes semua sudah aman," kata dia.

Sementara itu, Sumi melalui Kelompok Usaha Aksa Bersama binaan Dinas Perdagangan turut ikuti sejumlah bazar di antaranya Bazar UMKM oleh KPP Pratama Banjarmasin Selatan.

Diakuinya, sejumlah produk pangan kemasan yang dibuatnya sudah tersedia di sejumlah minimarket yang ada di Kalsel.

Halaman
12
Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved