Berita Banjarmasin

Vedi Kurnia Buana: Mahasiswa Ujung Tombak Kerjasama Asean di Indonesia

Tepat pada 8 Agustus tadi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau biasa disebut Asean telah berusia 52 tahun.

Vedi Kurnia Buana: Mahasiswa Ujung Tombak Kerjasama Asean di Indonesia
banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie
Vedi Kurnia Buana, selaku sekretaris Dirjend Kerjasama Asean saat memberikan pemaparan terkait Asean adalah Kita. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tepat pada 8 Agustus tadi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau biasa disebut Asean telah berusia 52 tahun.

Berbagai kerja sama serta regulasi pun terus berkembang dari waktu ke waktu, hingga kini Asean telah beranggotakan 10 negara.

Tidak terkecuali Indonesia merupakan satu dari 10 negara tersebut yang berkecimpung di dalamnya, tentu tidak luput mendapatkan berbagai manfaat seiring perkembangan itu.

Meskipun tidak dipungkiri dari banyak kerjasama yang telah dijalin tersebut, masih banyak masyarakat Indonesia belum memahami secara utuh, sehingga tidak optimal memetik manfaatnya.

Baca: LINK Mola TV! Jadwal Live Streaming Timnas U-19 Indonesia vs China di Laga Ujicoba, Tayang di TVRI

Baca: Umur Ashanty Tidak Panjang Disebut, Anang & Aurel Hermansyah Ngamuk, Putri Krisdayanti Sampai Begini

Baca: Tas Mewah Syahrini Cuma Sewaan dari Istri Menteri Ini? Istri Reino Barack Langsung Jadi Sorotan

"Misalnya kaitannya dengan ekonomi atau Free Trade Agreement Afta. Perdagangan komoditas dan jasa di antara negara anggota ASEAN yang sudah mendekati tarif nol, meskipun belum semuanya. Jadi secara langsung kita pun sudah menikmati hasil dari kerja sama ASEAN ini. Tapi karena saking banyaknya kerjasama di tingkat Asean itu sehingga kita sendiri nggak sadar bahwa kita tuh bagian dari masyarakat ASEAN, " jelas Vedi Kurnia Buana, selaku sekretaris Dirjend Kerjasama Asean.

Sehubung itupula melalui momen Studium General yang mengangkat tema Asean Adalah Kita di Gedung Building ULM Banjarmasin, Kamis (17/10/2019) tadi, Vedi pun berharap semua kalangan, terutama mahasiswa bisa memahami keberadaannya saat ini. Karena tidak hanya lagi sebagai masyarakat Indonesia, melainkan juga masyarakat Asean.

"Apalagi mahasiswa bisa dikatakan sebagai ujung tombak yang nanti akan melanjutkan pembangunan dan juga berperan penting di Indonesia ini. Tentu dalam mendorong ini, juga perlu sinergitas stakeholders lainnya baik itu pemerintah daerah, perguruan tinggi serta lainnya, " jelas Vedi.

Sementara turut hadir serta membuka langsung seminar tersebut Wakil Rektor IV Prof. Dr. Ir. H. Yudi Firmanul Arifin, kemudian Ketua Pusat Studi Asean ULM dan ratusan mahasiswa ULM. (banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved