Berita Kesehatan

Hipertensi Ternyata Bisa Jadi Penyebab Utama Gagal Ginjal Kronis, Lakukan Ini untuk Lindungi Ginjal

Hipertensi dapat menjadi penyebab risiko kerusakan organ penting diantaranya adalah ginjal.

Hipertensi Ternyata Bisa Jadi Penyebab Utama Gagal Ginjal Kronis, Lakukan Ini untuk Lindungi Ginjal
net
Ilustrasi

BANJARMASINPOST.CO.ID - Gagal ginjal  merupakan penyakit yang tentu sangat ditakuti oleh setiap orang.  Dalam katagori kronik, hidup penderita penyakit ini sangat bergantung dengan proses hemodialisis atau cuci darah.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan bahwa prevalensi penduduk Indonesia yang menderita penyakit gagal ginjal sebesar 0,2% atau 2 per 1000 penduduk.

Hal ini jelas menunjukkan bahwa banyak masyarakat Indonesia yang menderita penyakit gagal ginjal kronis. Pengobatannya pun harus mengeluarkan biaya yang tak sedikit.

Biasanya gagal ginjal kronis ini tidak memiliki gejala, dan baru akan terasa saat fungsi ginjal terganggu akibat mengalami kerusakan yang cukup parah atau baru diketahui setelah melakukan tes darah ataupun urin.

Hipertensi dapat menjadi penyebab risiko kerusakan organ penting diantaranya adalah ginjal.

Baca: TERUNGKAP! Karena Gemar Makan di Kafe, Warga Banjarmasin Banyak Kena Hipertensi

Baca: Dokter Spesialis Ginjal dan Hipertensi se Kalimantan Ikuti Gathering The 1st Bonhu 2019

Baca: Picu Penyakit Kronis Jantung dan Stroke, Simak 8 Gejala Hipertensi dan Tips Menurunkan Darah Tinggi

Di Indonesia dengan jumlah penduduk 265 juta orang, prevalensi hipertensi meningkat 34,1 persen pada tahun 2018 dibandingkan tahun 2013 sebesar 27,8 persen.

Data Indonesian Renal Registry (IRR) tahun 2017 menunjukkan bahwa hipertensi menjadi penyebab utama gagal ginjal sehingga harus menjalani cuci darah (dialisis).

Padahal ginjal adalah alat vital yang dibutuhkan manusia untuk menjalani kehidupan sehari-hari, karena berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin.

Dikatakan oleh Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI/InaSH), Dr Tunggul D Situmorang SpPD-KGH FINASIM, hipertensi yang tidak terkontrol merupakan faktor risiko penyakit ginjal kronik (PGK).

“Penyakit ginjal yang kronik juga dapat memperburuk hipertensi yang tidak terkontrol, karena ekspansi volume dan peningkatan resistensi perifer pembuluh darah dalam tubuh,” kata Tunggul di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved