Berita Kabupaten Banjar

Ikan Mati Massal, Dinas Perikanan Kabupaten Sarankan Pemilik Tambak Memberikan ini

Matinya ratusan ribu ekor ikan milik penambak ikan yang berada di keramba jaring apung sepanjang aliran sungai Riam kanan jadi perhatian serius

Ikan Mati Massal, Dinas Perikanan Kabupaten Sarankan Pemilik Tambak Memberikan ini
Foto dinas perikanan Banjar
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar M Riza Dauly pantau lokasi ikan mati 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Matinya ratusan ribu ekor ikan milik penambak ikan yang berada di keramba jaring apung sepanjang aliran sungai Riam kanan jadi perhatian serius Dinas Perikanan Kabupaten Banjar.

Dinas Perikanan Kabupaten Banjar melakukan kunjungan ke lapangan untuk yang kesekian kalinya dipimpin oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar Riza Dauly didampingi anggota DPRD Banjar komisi 2 Mulkan dan anggota DPRD Banjar komisi 1 Soraya.

Selain meninjau ikan yang mati di Desa Sungaialang, Kecamatan karangintan, Ddiskan Banjar menyarankan bangkai ikan yang mencemari sungai dan eceng gondok yang menutupi aliran sungai dibersihkan.

Baca: Giliran Krystal Jadi Sasaran Bully Netizen Setelah Sulli Ikuti Jejak Jonghyun Pilih Bunuh Diri

Baca: TAK Secantik Mulan Jameela & Krisdayanti, Seleb Anggota DPR Ini Punya Harta Rp 90 M, Ini Daftarnya

Baca: Kekesalan Melly Goeslaw Lihat Syahrini & Zaskia Sungkar Lakukan Ini, Aisyahrani Juga Kena Sentil

Ketua kelompok budidaya ikan Desa Sungai Alang Muhammad Refki mengungkapkan, dahulu ada kesepakatan antara masyarakat dan pengelola irigasi Riam kanan apabila ada kekeringan seperti ini.

"Dulu ada ketentuan apabila ada kekeringan seperti ini maka air akan dibagi 50:50, 50 persen untuk irigasi dan 50 persen untuk aliran sungai tapi hal ini tidak lagi diperhatikan sehingga terjadilah kasus kematian ikan seperti sekarang," katanya.

Wakil ketua asosiasi kelompok perikanan kabupaten Banjar M Ridwan mengatakan masih ada ikan yang mati di Sungaialang.

"Ikan keramba Sungaialang dan Penyambaran masih mati," katanya.

Kepala dinas Perikanan Kabupaten Banjar Riza Dauly mengatakan langkah pertama yang harus dilakukan untuk mencegah kematian ikan ini meluas adalah memasukkan dahulu bangkai ikan yang sudah mencemari sungai.

"Sehingga kami meminta agar para penampakan menambahkan suplemen untuk meningkatkan daya tahan dan kekebalan ikan terhadap penyakit," katanya.

selain itu Dinas Perikanan Kabupaten Banjar akan memperkuat hubungan dengan organisasi vertikal seperti BMKG dan komisi irigasi Dinas PUPR Kalsel untuk mengatur siklus budidaya ikan di aliran sungai Riam kanan sehingga bencana seperti ini tidak terjadi setiap tahunnya.

"kita dapat simpulkan dalam budidaya ikan asin ada dua perilaku yaitu perilaku alam dan perilaku budidaya, untuk alam bisa direkayasa dengan teknologi tinggi sedangkan untuk budidaya akan kita lakukan langkah yang tepat melalui edukasi bimbingan dan memfasilitasi penambak ikan," kata dia.

Menjadi jadwal tahunan jika terjadi kemarau panjang ke depan, menghindari hak itu juga akan memfasilitasi untuk membantu pemulihan bagi para penambak ikan tentu saja dengan restu dari DPRD Banjar dalam jangka pendek akan membagikan stok benih ikan kepada kelompok penambak ikan yang sudah berbadan hukum.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved