Berita Tapin

Kartu Keluarga Sejahtera Saldonya Nol, BPNT di Tapin Tertunda

Akibatnya, keluarga penerima manfaat kartu bantuan sosial itu belum dapat membeli beras dan telur di warung.

Kartu Keluarga Sejahtera Saldonya Nol, BPNT di Tapin Tertunda
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi: Warga penerima bantuan menerima pembagian Kartu Keluarga Sejahtera 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Saldo rekening Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di kartu gesek nol rupiah.

Akibatnya, keluarga penerima manfaat kartu bantuan sosial itu belum dapat membeli beras dan telur di warung.

Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kabupaten Tapin, Dina Riris Yanti dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, Jumat (18/10/2019) membenarkan dan memohon penerima kartu dapat bersabar.

Diakui perempuan yang akrab disapa Riris ini, sejak kartu keluarga sejahtera (KKS) disalurkan, Juni 2019, setiap tanggal delapan saldo di kartu terisi.

Namun, Oktober ini penyaluran saldo BPNT terkendala hingga menunggu pemberitahuan lanjutan dari pihak Kementrian Sosial Republik Indonesia.

Baca: Giliran Krystal Jadi Sasaran Bully Netizen Setelah Sulli Ikuti Jejak Jonghyun Pilih Bunuh Diri

Baca: Tangis Aurel & Azriel Peluk Ashanty yang Sakit Autoimun, Istri Anang Hermansyah Berobat ke Sini

Baca: Kekesalan Melly Goeslaw Lihat Syahrini & Zaskia Sungkar Lakukan Ini, Aisyahrani Juga Kena Sentil

Menurut Riris, kondisi keterlambatan itu terjadi di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, diantaranya di Kabupaten Tapin.

Riris mengaku sudah melakukan konfirmasi dengan pihak Kementerian Sosial. Itu karena keluarga penerima kartu setiap hari mendatangi warung.

"Warung tidak boleh melayani pembelian tanpa saldo di kartu gesek yang dimiliki keluarga penerima manfaat BPNT," katanya.

Surat penundaan penyaluran saldo itu sudah ditujukan pihak Kementerian Sosial kepada para Kepala Dinas Sosial Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Dalam surat Kementerian Sosial dijelaskan keterlambatan itu karena Kementerian Keuangan Republik Indonesia sedang melakukan monitoring penyaluran dana BPNT.

Pihak Kementerian Keuangan Republik Indonesia, sebelum mengeluarkan surat perintah membayar, terlebih dahulu melakukan pemeriksaan rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM-SPAN) agar tidak mengalami kegagalan setting wallet.

Riris menyebutkan surat dari Kementerian Sosial itu sudah disebutnya di grup warung yang melayani beras dan telur bagi KPM BPNT.

"Ada 101 warung se Kabupaten Tapin yang melayani pembelian menggunakan kartu gesek BPNT," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved