Ekonomi dan Bisnis

Stok di Depo Capai 1.500 Metrik Ton, Hiswana Migas Jamin Ketersediaan LPG 3 Kg Hingga Akhir Tahun

Hiswana Migas menjami ketersediaan gas LPG 3 kg hinga akhir tahun 2019. Stok di depo saat ini sekitar 1.500 metrik ton.

Stok di Depo Capai 1.500 Metrik Ton, Hiswana Migas Jamin Ketersediaan LPG 3 Kg Hingga Akhir Tahun
banjarmasinpost.co.id/mariana
Sekretaris hiswana migas, H Irfani 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketersediaan gas Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 Kg bersubsidi serta LPG non subsidi lainnya yang ada di Kalsel stoknya melimpah, diperkirakan aman hingga akhir tahun 2019 nanti.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalimantan Selatan (Kalsel), H Irfani kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (18/10/2019).

"Stok di depo saat ini sekitar 1.500 metrik ton dan lusa bakal nambah lagi. Jadi stoknya sangat banyak mencukupi hingga akhir Desember 2019 nanti," ujarnya.

Di Banjarmasin khususnya saat ini sudah ada 11 agen dan 500 pangkalan, dari 62 agen dan 2.558 pangkalan yang ada di Kalsel yang siap mendistribusikan gal LPG terutama 3 kg bersubsidi.

Baca: Tabrak Truk Puso di Jalan Trans Kalimantan Batola, Begini Kronologis Laka Tewaskan Alianoor

Baca: Sebut Belahan Bebby Fey Balas Tuduhan Pesugihan Genderuwo Vlog Robby Purba, Amarah Seteru Atta

Baca: Jadwal Liga Spanyol TV Online Bein Sports Pekan 9, Real Madrid, Barcelona dan Atletico Madrid Main

Baca: Goweser Gaek Asal Makassar Ini Siap Bersaing dengan Goweser Muda di Tour de Loksado 2019

Baca: LINK Live Streaming Barito Putera vs Badak Lampung FC Liga 1 2019, Live TV Online Vidio.com

Secara umum dikatakannya, kebutuhan untuk Kalsel sebanyak 350 metrik ton perhari baik untuk LPG subsidi 3 kg, maupun yang non subsidi 5,5 kg dan 12 kg, khusus 3 kg sekitar 250 kg.

Terkait restoran dan rumah makan yang masih menggunakan LPG subsidi, pihak Hiswana Migas mengimbau agar berhenti menggunakan gas 3 kg karena diperuntukkan bagi warga miskin.

Berlaku pula bagi orang kaya, para ASN, dan lainnya yang masih terkategori mampu diharapkan membeli atau menggunakan gas non subsidi yang selalu tersedia dan siap antar.

"Saat ini Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 17.500. Kami beserta aparat kepolisian sudah siap melakukan penindakan kalau ada pangkalan yang berani bermain curang atau mempermainkan harga," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved