Berita Banjarmasin

MUI Kalsel Inisiasi Penulisan Alquran Mushaf Al Banjari

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) inisiasi rencana pembuatan Alquran Mushaf Al Banjari melalui diskusi Revitalisasi

MUI Kalsel Inisiasi Penulisan Alquran Mushaf Al Banjari
banjarmasinpost.co.id/acm
Diskusi Inisiasi Penulisan Alquran Mushaf Al Banjari oleh MUI Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) inisiasi rencana pembuatan Alquran Mushaf Al Banjari melalui diskusi Revitalisasi Seni Budaya Islam dan Analisa Proses Awal Penulisan Al Quran Mushaf Al Banjari, Sabtu (19/10/2019).

Digelar di Aula MUI Provinsi Kalsel, diskusi dibuka oleh Sekda Provinsi Kalsel, H Abdul Haris dihadiri Wakil Ketua DPRD Kalsel, M Syaripuddin dan Ketua Umum MUI Provinsi Kalsel KH Husin Naparin Lc MA beserta jajaran Pengurus Inti MUI Kalsel termasuk H G (P) Rusdi Effendi AR.

Selain itu, dilibatkan pula organisasi-organisasi keagamaan seperti Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kalsel, sejarawan, akademisi dan stakeholder lainnya.

Seperti Alquran Mushaf lainnya di Indonesia, rencananya Alquran Mushaf Al Banjari akan memuat berbagai unsur seni dan budaya yang menggambarkan Kalsel dan Kalimantan pada umumnya.

Baca: Suami Pukuli Istrinya yang Hamil 7 Bulan Setelah Ia Kepergok Chattingan dengan Wanita Lain

Baca: Zaskia Sungkar Buka Suara Saat Irwansyah Dilaporkan Medina Zein ke Polisi Karena Usaha Kue Laudya?

Baca: Peringatan Ustadz Dhanu pada Syahrini Raffi Ahmad dan Atta Halilintar? Sebut Youtuber Pamer Kekayaan

Dijelaskan Kabid Seni & Budaya Islam MUI Kalsel, H Nasrullah, diwujudkannya Alquran Mushaf Al Banjari penting untuk menghidupkan kembali dan memasyarakatkan seni dan budaya keislaman lokal kuat yang dimiliki Kalsel dan Kalimantan pada umumnya.

"Kekuatan Islam secara spiritual di Indonesia setelah Jawa itu Kalimantan. Jadi kalau kita tidak punya Mushaf Al Banjari kita rugi padahal kita punya budaya Islam yang kaya dan kemampuan penulisan," kata H Nasrullah.

Menurutnya, hal ini merupakan perwujudan salah satu aspek dari konsep Islam sebagai sebuah spektrum.

Dimana Islam tak hanya diisi aspek aqidah dan syariah, tapi juga ada aspek budaya dan peradaban.

Namun H Nasrullah mengakui sangat membutuhkan bantuan dari Pemerintah baik Eksekutif maupun Legislatif baik di Provinsi Kalsel maupun Kabupaten/Kota.

Pasalnya untuk wujudkan terbitnya Alquran Mushaf Al Banjari diprediksi membutuhkan dana anggaran miliaran Rupiah melibatkan berbagai bidang keahlian termasuk Alim Ulama, ahli budaya, ahli seni rupa.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved