Berita Tabalong

Tabalong Miliki Kawasan Hutan yang Luas, Masyarakat Diminta Ikut Awasi Ilegal Loging

Di Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong memang masih luas area hutan yang juga terdapat hutan produksi dan hutan lindung.

Tabalong Miliki Kawasan Hutan yang Luas, Masyarakat Diminta Ikut Awasi Ilegal Loging
istimewa
Proses pembangunan jalan menuju Desa Salikung Kecamatan Muara Uya. Diharapankan, masyarakat turut mengawasi hutan dari pembalakan liar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Kabupaten Tabalong memiliki kawasan hutan yang luas, terdari dari hutan produksi tetap, hutan produksi terbatas dan hutan lindung. Untuk menjaga kelestarian hutan memang memerlukan kerjasama termasuk dari seluruh pihak.

Seperti di kawasan Kecamatan Muara Uya yang tengah dalam proses pembangunan jalan menuju Desa Salikung, dengan adanya jalan tersebut di khawatirkan digunakan oleh oknum untuk sarana pengangkutan pembalakan liar.

Kasi Perlindungan Hutan Zainal Abidin mengatakan di Kecamatan Muara Uya memang masih luas area hutan yang juga terdapat hutan produksi dan hutan lindung.

Zainal mengatakan jika hanya mengandalkan dari polisi hutan maka tidak bisa terjaga maksimal mengingat personel yang ada masih minim jika dibandingkan dengan luasnya hutan yang ada di Kabupaten Tabalong.

Baca: LINK TVRI! Live Streaming Mola TV Leicester vs Burnley di Liga Inggris, Bareng Chelsea vs Newcastle

Baca: Djanur Sebut Barito Putera Tinggal Perlu 17 Poin Untuk Selamat Dari Degradasi

Baca: Ini Sosok Menteri Perempuan Termiskin dan Terkaya di Antara 7 Menteri Wanita Kabinet Jokowi-JK

Baca: Satu Korban Penumpang Mobil Avanza Ditabrak Kereta Api di Lampung Meninggal Dunia

“Seluruh pihak penegak hukum perlu bersatu lebih fokus lagi untuk mencegah adanya pembalakan liar, termasuk masyarakat yang berbatasan dengan kawasan hutan karena sebagian pembalakan justru dilakukan oleh orang luar bukan asli warga sekitar,” ungkapnya.

Zainal menambahkan saat ini pihaknya lebih bayak menangani kasus tangkapan di jalan, jika langsung di daerah hutan akan sulit dengan personil yang ada dan armada yang terbatas karena jika melakukan penangkapan di hutan barang bukti berupa kayu harus dibawa sebagai barang bukti.

Untuk mencegah adanya ilegal loging sering dilakukan penyuluhan kepada masyarakat.

Terpisah Wakil Ketua DPRD Tabalong Jurni usai melihat kondisi jalan yang baru dibangun menuju Desa Salikung mengatakan kekhawatiran dengan berpotensinya jalan digunakan untuk akses ilegal loging memang ada.

Namun jika hanya memperhatikan hal itu tidak akan terbangun akses untuk masyarakat yang juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami akan secara khusus meminta perhatian penegak hukum, dan memastikan tidak ada ilegal loging yang menggunakan jalan ini, masyarakat langsung nanti yang ikut menjaga karena sarana jalan ini sebaiknya sama sama dijaga agar bisa dinikmati dalam jangka waktu yang panjang,” ungkapnya.

Baca: Tiba di RS Bhayangkara, Wanita Ini Histeris, Ternyata Ibu Korban Mobil Terbakar di Tol Lampung

Baca: Percobaan Bunuh Diri Ariel Tatum Terungkap, Mantan Teman Dekat Al Ghazali & Ryuji Utomo Sakit Ini

Baca: Masih di Australia, Denny Indrayana Kirim Tim Relawan Daftarkan Diri di DPW PKS Kalsel

Terpisah Abdul Muthalib tokoh masyarakat Desa Salikung mengatakan dirinya akan memastikan tidak akan ada pembalakan kayu yang bisa melewati jalan yang baru dibangun ini.

“Proses untuk dibangunnya jalan menuju Desa Salikung ini sangat panjang, karenanya akan benar benar menjaganya dari warga maupun dari pihak luar,” ungkapnya. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved