Berita Regional

Bikin Warga Kota Ambon Ketakutan, Penyebar Hoaks Gempa Besar dan Tsunami di Maluku Ditangkap Polisi

Vicardy Kempa alias Hardy ditangkap jajaran kepolisian Polda Maluku akibat ulahnya menyebarkan berita hoaks tentang gempa dan tsunami.

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMBON - Vicardy Kempa alias Hardy akhirnya merasakan akibat ulahnya menyebarkan berita hoaks.

Akibat perbuatannya menyebarkan berita hoaks, Hardy kini ditangkap jajaran kepolisian Polda Maluku, Minggu (20/10/2019).

Hardy diketahui merupakan salah satu pelaku penyebar hoaks yang menyebarkan berita bohong tentang akan terjadinya gempa besar dan tsunami di Maluku melalui media sosial.

Berita hokas yang disebar ini pun membuat warga di Kota Ambon panik dan ketakutan hingga mengungsi ke gunung-gung dan hutan.

Baca: Tak Tahan Lihat Relawan Jokowi Berjoget, Dua Bule Uzur Asal California Ini Pun Ikut Bergoyang

Baca: BERLANGSUNG Link TVRI! Live Streaming Timnas U-19 Indonesia vs China, Live TV Online www.mola.tv

Baca: ‎Lepas Peserta One Day Trail Terabas Jelajah Alam Loksado dan Tour De Loksado, Bupati Harapkan ini

Baca: #CongratsJokowiMarufAmin Jadi Trending Twitter pada Detik-detik Pelantikan Jokowi-Maruf

Saat menyebarkan berita hoaks tersbeut, Hardy ikut mencatut nama Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, sehingga warga yang membaca pesan yang viral di media sosial tersebut mengira kalau pesan itu resmi berasal dari Wali Kota Ambon.

“Sudah ditangkap, dan saat ini statusnya sudah resmi dijadikan sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat kepada Kompas.com, Minggu.

Roem menuturkan, terangka sebelumnya telah dilaporkan oleh Kabag Hukum Pemerintah Kota Ambon dan pihak BMKG ke SPKT Polda Maluku pada 16 Oktober lalu dengan bukti laporan polisi LP-B/430/X/2019/Maluku/SPKT tertanggal 16 Oktober 2019.

“Mulai hari ini, Minggu 20 Oktober 2019 pukul 10.30 WIT, tersangka Vicardy Kempa alias Hardy telah ditahan di rutan Polda Maluku di Tantui,” kata Roem.

Roem menambahkan, tersangka saat ini tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku.

Baca: Pecahkan Rekor Dunia Panjat Tebing Piala Dunia di China, Begini Reaksi Haru Aries Susanti

Baca: Inikah Kekasih Baru Ariel NOAH yang Kepergok Bersandar di Bahu Mantan Sophia Latjuba & Luna Maya

Baca: Toko Penjual Gas Elpiji Ludes Terbakar, 1 Orang Tewas

Kasus tersbeut ditangani langsung oleh Ditreskrimsus karena terkait pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Teknologi.

“Tersangka dijerat dengan Undang-Undang ITE. Dia menggunakan media sosial untuk menyebar kabar bohong dan mencatut nama ornag lain serta membuat takut masyarakat,” ujar dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Gempa Besar dan Tsunami di Maluku"

Penulis : Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty

Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved