Berita Kabupaten Banjar

Dokter Hewan Kabupaten Banjar Blusukan ke Wilayah Pedalaman, Begini Sambutan Peternak

Budidaya ternak besar (sapi) terus digencarkan di Kabupaten Banjar. Blusukan hingga ke wilayah pedalaman pun kian diintensifkan oleh Dinas Peternakan

Dokter Hewan Kabupaten Banjar Blusukan ke Wilayah Pedalaman, Begini Sambutan Peternak
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Petugas teknis Disnakbun Banjar blusukan ke Desa Loktanah guna melakukan pemeriksaan kesehatan, memberikan vitamin untuk ternak sapi setempat, sekaligus menangani gangguan reproduksi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Budidaya ternak besar (sapi) terus digencarkan di Kabupaten Banjar. Blusukan hingga ke wilayah pedalaman pun kian diintensifkan oleh Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) setempat.

Kegiatan lapangan itu bertujuan untuk memantau dari dekat kondisi ternak. Sekaligus melakukan tindakan penanganan jika menjumpai hewan ternak yang mengalami gangguan fisik maupun reproduksi.

"Semua itu bagian dari upaya kami guna menyukseskan program upaya khusus sapi indukan wajib bunting (upsus siwab)," ucap Kepala Disnakbun Banjar Dondit Bekti Agustiono, Minggu (20/10/2019).

Sekadar diketahui sejak tahun 2016 Kementerian Pertanian menggelindingkan Program Upsus Siwab. Program ini dimaksudkan untuk mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri.

Baca: Prabowo Disebut Calon Kuat Menteri Pertahanan di Kabinet Jokowi Maruf, Nama Wiranto Penuh Misteri

Baca: Perbandingan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2014 & 2019, Hari Ini Penjagaan Ekstra Ketat

Baca: Daftar di Provinsi Kalsel & Kabupaten Banjar, Mana yang Dipilih? Ini Jawaban Politis Gusti Iskandar

Upsus Siwab mencakup dua program utama yaitu peningkatan populasi melalui Inseminasi Buatan (IB) dan Intensifikasi Kawin Alam (Inka). Program ini dituangkan dalam peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 yang ditandatangani Mentan 3 Oktober 2016.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Disnakbun Banjar, Djoko Santoso, menuturkan beberapa hari lalu pihaknya juga turun ke lapangan melakukan kegiatan Upsus Siwab.

Kegiatan itu dilakukan di Desa Loktanah di Kecamatan Telagabauntung. Tepatnya pada 9 Oktober. Koordinator pelaksananya Kasi Produksi dan Pembibitan Gusti Rahmatullah bersama beberapa petugas teknis.

Ada dua dokter hewan yang turut ke lapangan yaitu drh M Akbar Susanto dan drh Prastya Idi Hastuti.

"Koordinasi dilakukan bersama pembekal (kades) dan babinsa setempat dalam upaya melakukan penanganan gangguan reproduksi sapi tersebut," jelas Djoko.

Ia menyebutkan jumlah populasi sapi di desa setempat yang ditangani kurang lebih sebanyak 250 ekor. Dari jumlah ini, sebanyak 123 ekor ternak yang dapat ditangani.

"Bentuk kegiatan yang kami lakukan meliputi penyuntikan vitamin, inseminasi buatan (IB), pemeriksaan kebuntingan (PKb), dan pemberian obat cacing serta penanganan gangguan reproduksi," sebutnya.

Kalangan peternak di Desa Loktanah antusias terhadap kegiatan yang dilaksananakan petugas teknis Disnakbun Banjar tersebut. "Kami senang sering dikunjungi, apalagi ternak sapi kami diperiksa dan diberi citamin," ucap Bahtiar, salah satu ketua Kelompok Tani di Lok Tanah.

Ia optimistis kegiatan tersebut berdampak positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan ternak di kampungnya. Terutama dalam hal meningkatkan prosentase hidup kelahiran pedet (anak sapi) sehingga meningkatkan pula kualitas sapi unggul di Loktanah.

"Saat ini di kampung kami juga sudah lumayan banyak pedet yang lahir dari hasil kawin suntik (IB)," sebutnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved