Pelantikan Jokowi

Prabowo Disebut Calon Kuat Menteri Pertahanan di Kabinet Jokowi Maruf, Nama Wiranto Penuh Misteri

Jokowi juga telah mengumumkan selesainya penyusunan kabinet lewat laman Instagramnya, @jokowi, Kamis (17/10/2019).

Prabowo Disebut Calon Kuat Menteri Pertahanan di Kabinet Jokowi Maruf, Nama Wiranto Penuh Misteri
Kolase TribunNewsmaker/TribunManado/Tribunnews/Surya/Instagram
Viktor Bungtilu, Jokowi, Ma'ruf Amin, Prabowo Subianto. 

3. Edhy Prabowo

Edhy Prabowo (TRIBUN/DENNIS DESTRYAWAN)

Wakil Ketua Umum Gerindra, Edhy Prabowo diisukan akan jadi menteri Presiden Jokowi di periode kedua.

Ia dikabarkan akan menjabat menteri pertanian (Mentan) menggantikan Amran Sulaiman.

Kendati demikian Edhy Prabowo masih menantikan keputusan resminya.

4. Airlangga Hartarto

Airlangga Hartarto (Instagram)

Ketua umum Golkar, Airlangga Hartarto santer dikabarkan akan menduduki kursi Menko PMK.

Ia diperkirakan kuat bakal kembali menjadi menteri di kabinet Jokowi.

Di wartakan Tribunnews, Airlangga Hartanto juga tidak mencalonkan diri sebagai anggota DPR, sehingga tidak menduduki jabatan di DPR ataupun di MPR.

Sebagai partai kedua pemenang pemilu, Golkar berpeluang memperoleh kursi terbanyak kedua setelah PDIP.

Hal itu memperbesar peluang Airlangga untuk masuk dalam kabinet.

Berdasarkan kabar yang beredar, Airlanggae Hartanto ditunjuk menjadi Menteri Koordinator bidang Perekonomian.

Kendati demikian, Airlangga belum mau berkomentar banyak mengenai hal itu.

5. Bahlil Lahadalia

Bahlil (Tribunnews)

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia dikabarkan menjadi calon menteri Jokowi periode kedua.

Sebelumnya, Pesiden Jokowi sempat menyebut namanya pantas sebagai kandidat menteri.

"Saya lihat-lihat adinda Bahlil cocok jadi menteri, saya lihat dari atas sampai bawah cocok jadi menteri," ucap Jokowi saat memberikan sambutan buka puasa bersama dengan HIPMI di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Minggu (26/5/2019), dikutip dari Tribunnews.

Bahlil disebut-sebut cocok menjadi Menteri Perdagangan atau Menteri Perindustri di periode kedua Jokowi. (TribunNewsmaker/Listusista)

Peluang Rismaharini Jadi Menteri

Berawal dari sinyal Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto memberikan mengisyaratkan masuknya Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ke dalam Kabinet Indonesia Kerja Jilid II, Jokowi-Maruf Amin.

Sebagai partai pengusung, kata Hasto Kristiyanto, PDIP akan mendapatkan kursi menteri terbanyak dibandingkan partai politik lainnya pada Kabinet Jokowi-Maruf Amin.
Dalam komunikasi pembentukan kabinet tersebut, Hasto Kristiyanto menegaskan, PDIP menggunakan lima pintu utama untuk merekrut calon menteri.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (KOMPAS.com/GHINAN SALMAN)

Lima pintu itu di antaranya, partai politik (kader internal), kalangan profesional, kepala daerah, dan Aparatur Sipil Negara (ASN), serta tokoh nasional dan tokoh masyarakat.

Hasto Kristiyanto menyebut, khusus untuk kepala daerah, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri telah mempelopori sebuah kematangan demokrasi.

"Di mana kepemimpinan tingkat nasional itu dibentuk mulai proses dari bawah," ucap Hasto Kristiyanto saat ditemui di Kantor DPD PDIP Jatim, Jumat (18/10/2019).

"Seperti Pak Jokowi yang dimulai dari wali kota, lalu gubernur hingga presiden," sambung dia.

Menurut Hasto Kristiyanto, pintu tersebut akan diperkuat oleh PDIP, yang mana PDIP akan mempromosikan kepala daerah menjadi menteri.

Ia menyebutkan, sejumlah kepala daerah di Jawa Timur memang mempunyai kapasitas yang bagus, mulai dari Bupati Ngawi, Budi Sulistyono; lalu Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas; dan Tri Rismaharini.

"Bahkan Bu Risma sudah menjadi Ketua DPP Partai," ucap Hasto Kristiyanto.

"Kalau di dalam profiling presiden baik, tentu saja hal tersebut dikonsultasikan dan didialogkan ke Ibu Megawati Soekarnoputri," pungkasnya.

Kursi Menteri Apa yang Pas? Ini Kata Denny Siregar

Kalau berpeluang masuk kabinet, kursi menteri apa yang pas buat Tri Rismaharini?

Pegiat media sosial Denny Siregar mendorong Presiden Jokowi menjadikan Tri Rismaharini sebagai calon Menteri Pertanahan.

Ini berdasar rekam jejak Risma yang sukses merebut aset lahan Pemkot Surabaya senilai 10 triliun dari tangan swasta yang menurut Denny Siregar dikelola swasta bertahun-tahun dengan curang.

Denny Siregar bertambah kagum pada alasan Risma merebut aset tanah negara dari tangan swasta itu.

Ketika aset berhasil direbut, Risma berobsesi menjadikan lahan itu sebagai lokasi bangunan rumah susun untuk 600 kepala keluarga yang sejak lama masuk daftar tunggu.

"Prestasi Bu Risma ini bisa jadi pertimbangan Pak Jokowi untuk jadikan beliau sebagai menteri pertanahan.

Biar bisa merebut kembali tanah-tanah negara.

Ayo dong Pak De, tarik Bu Risma ke Jakarta," teriak Denny Siregar, TribunNewsmaker.com kutip dari statemen Denny Siregar di channel YouTube Cokro TV dengan konten berjudul "Maaf ya Jakarta, Surabaya Punya Bu Risma."

"Semoga Bu Risma mendapat tempat yang tepat di pemerintahan.

Biar kita bisa melihat gebrakan hebat yang dia lakukan.

Inilah Isu 7 Menteri yang Disebut Tak Dipakai Jokowi Lagi

Beredar kabar sejumlah menteri yang tidak akan dipakai lagi oleh Jokowi di kabinet periode keduanya. Siapa saja?

Masa jabatan menteri di Kabinet Kerja periode I akan segera berakhir.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan siapa pembantunya di periode keduanya menjabat segera setelah pelantikan presiden, Minggu (20/10/2019) mendatang.

Di luar kabar riuhnya calon menteri, ada sederet menteri yang disinyalir tak akan dipakai Jokowi lagi.

Mereka disebut akan meninggalkan kabinet begitu masa jabatan usai.

Faktornya pun ada banyak.

Bisa saja dari segi usia, kinerja buruk selama menjabat, hingga tersandung kasus korupsi.

Nah, siapa saja menteri yang disebut tidak akan dipertahankan oleh Jokowi?

Berikut sejumlah nama yang beredar, sebagaimana dirangkum Tribunnews.com dari berbagai sumber:

1. Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution

Sejak beberapa waktu lalu, Menko Darmin dikabarkan bukan nama yang dipertahankan oleh Jokowi untuk kembali mengisi kursi menteri.

Sayangnya, tidak diketahui secara persis apa alasannya.

Namun, bila melihat usia, menteri kelahiran Tapanuli itu kini berusia 70 tahun.

Di sisi lain, Menko Darmin baru saja mengundang 10 menteri ke Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (18/10/2019).

Di acara tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan rasa terima kasih pada Darmin.

"Matur Nuwun, terima kasih Pak Darmin. Kita semua kehilangan...," ujarnya di hadapan Darmin dan sejumlah menteri.

Entah apa maksud di balik kata-kata Sri Mulyani di akhir masa Kabinet Kerja Jilid 1 itu.

Namun, ia sempat menyinggung kata-kata perpisahan.

"Kalau dari sisi pertemanan saya dengan Pak Darmin ya enggak akan pernah pisah."

"Terus menerus akan silaturahmi, akan terus berjalan," kata Sri Mulyani, dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com.

2. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan

Jonan juga masuk dalam daftar menteri yang diprediksi tidak akan dipakai lagi oleh Jokowi.

Alasannya, mantan Dirut PT KAI itu pernah ditegur Jokowi dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Senin (8/7/2019).

Teguran ini diberikan karena impor yang tinggi di sektor minyak dan gas.

Dalam data Badan Pusat Statistik (BPS), terlihat ada penurunan nilai impor Januari-Mei mencapai 9,2 persen dibanding tahun sebelumnya.

""Hati-hati di migas Pak Menteri ESDM, yang berkaitan dengan ini," kata Jokowi, dikutip dari Kompas.com.

3. Menteri BUMN, Rini Soemarno

Senasib dengan Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno juga pernah kena tegur Jokowi dalam acara yang sama.

Sehingga, diduga, Rini tidak akan menjadi 'pembantu' Jokowi lagi.

Kedua menteri ini ditegur terkait impor yang tinggi di sektor minyak dan gas.

"Bu menteri BUMN yang berkaitan dengan ini karena rate-nya yang paling banyak ada di situ," kata Jokowi.

Selain itu, ekonom Faisal Basri menyebut, Rini wajib diganti karena kerap 'ngaco.'

Menurutnya, Rini menerapkan konsep holding tunggal yang tidak jelas.

"Semuanya di-holdingkan sama dia dan kriteria holding-nya tidak jelas. Induk holding-nya, nggak jelas juga," kata Faisal.

Faisal juga mengungkapkan 'dosa' Rini Soemarno lainnya yaitu memanfaatkan BUMN untuk tujuan tidak produktif.

4. Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita

Nama Enggartiasto Lukita juga masuk dalam daftar menteri lama yang tidak akan dipertahannya.

Sebab, ia diduga tersandung dalam kasus korupsi.

Politikus NasDem itu beberapa kali dipanggil penyidik KPK untuk bersaksi dalam kasus dugaan suap terkait kerja sama penyewaan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dan PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG).

Namun, panggilan itu belum terpenuhi.

KPK telah menggeledah kantor Kementerian Perdagangan, termasuk ruang kerja Enggar, dan menyita sejumlah dokumen terkait dengan perdagangan gula rafinasi.

5. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin

Sama halnya dengan Enggar, Lukman Hakim Saifuddin juga berpeluang tipis untuk dipertahankan di kabinet Jokowi.

Lukman pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kemenag Jawa Timur.

Dalam kasus ini, mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy ditetapkan sebagai tersangka.

Lukman disebut menerima Rp 70 juta dalam kasus suap jual beli jabatan di Kemenag ini.

PPP pun mengakui tak mengusulkan nama Lukman sebagai menteri di kabinet berikutnya.

6. Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo

Kabar Tjahjo Kumolo tidak masuk lagi di kabinet Jokowi jilid 2, memang sudah tersiar lama.

Sebab, politikus PDIP itu telah berpamitan di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis (15/8/2019).

"Saya mohon maaf selama hampir 5 tahun kurang 1,5 bulan ini ada hal-hal yang kurang berkenan, berbagai sikap, pernyataan, kebijakan," kata Tjahjo dalam sambutannya.

"Tentu ada kekhilafan. Saya mohon maaf sebesar-besarnya," ujar dia.

Tjahjo kemudian menyampaikan pamit secara resmi.

Dia memahamim tugasnya akan selesai dalam beberapa hari terakhir ini.

"Ini pamitan saya resmi, mungkin tidak bisa bertemu karena akan selesainya masa tugas Kabinet Kerja 1."

"Untuk selanjutnya, mari kita tunggu tanggal mainnya, bagaimana komposisi kabinet berikutnya," kata Tjahjo, dikutip dari Kompas.com.

7. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti

Walau banyak digadang-gadang sejumlah kalangan untuk kembali sebagai menteri, tapi Susi Pudjiastuti telah berpamitan.

Hal inilah yang disinyalir bila menteri kesayangan warganet itu tidak lagi dipakai Jokowi.

Saat berpamitan dengan sejumlah awak media, Senin (9/9/2019), Susi mengaku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan khilaf.

"Dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf apabila selama kita berinteraksi ada hal-hal yang tidak mengenakkan awak media karena saya orangnya sedikit tengil," kata Susi.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada staf KKP yang selama ini membantunya dalam bekerja.

"Saya berterima kasih atas bantuannya, dukungannya, effort-nya, tanggung jawabnya, komitmennya."

"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih," kata dia.

Susi juga berpamitan kepada anggota DPR saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR.

Susi meminta maaf karena dia kerap keras kepala selama lima tahun memimpin KKP.

Ia mengatakan, hal itu perlu dia lakukan karena memiliki obsesi memperbaiki sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

"Walaupun saya dikenal tukang nembakin kapal, saya menjalankan amanah, bukan untuk pribadi," kata dia.

"Dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf. Saya tidak pernah berpengalaman jadi menteri sebelumnya, jadi mohon maaf," kata dia.

(Tribunnews.com/Sri Juliati) (Kompas.com/Deti Mega Purnamasari/Yoga Sukmana/Ambaranie Nadia Kemala Movanita)

https://newsmaker.tribunnews.com/amp/2019/10/19/susunan-kabinet-tuntas-ini-bocoran-terbaru-nama-nama-diduga-kuat-calon-menteri-kabinet-jokowi-maruf?page=all

Editor: Didik Trio
Sumber: TribunNewsmaker
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved