Berita Tanahbumbu

Rahmat Sebut Sudah Tutup Aliran Air Penyebab Pencemaran, Pastikan Sungai Satui Tanbu Mulai Normal

Kepala DLH Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo menyatakan, kondisi air sungai Satui, Sungai Danau, Kecamatan Satui yang tercemar air tambang mulai normal.

Rahmat Sebut Sudah Tutup Aliran Air Penyebab Pencemaran, Pastikan Sungai Satui Tanbu Mulai Normal
istimewa
20191016nelayan. ikan ditemukan mati saat kejadian tercamarnya air sungai Satui, Desa Sungai Danau, Kecamatan Satui, Tanahbumbu ikan ditemukan mati saat kejadian tercamarnya air sungai Satui, Desa Sungai Danau, Kecamatan Satui, Tanahbumbu 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo menyatakan, kondisi air sungai Satui, Desa Sungai Danau, Kecamatan Satui yang tercemar air tambang mulai normal.

Pernyataan itu dikemukakan Rahmat, karena kondisi air sungai Satui sudah terjadi pengenceran setelah tercampur air dari sumber lainnya. Selain pihaknya telah menutup aliran air keluar dari tambang penyebab pencemaran.

"Itu berat karena sumbernya sudah begitu. Sumbernya yang harus dipulihkan. Ya tutup sumbernya," jelas Rahmat disinggung mengenai upaya pemulihan sungai yang tercemar, Minggu (20/10/2019).

Menurut Rahmat, penutupan aliran air tambang yang bersifat adam dilakukan pihaknya, bersama beberapa perusahaan. Bahkan sudah memberikan sanksi berupa penghentian produksi terhadap perusahaan tambang yang ikut menyumbang air asam tambang.

Baca: Tangkap 2 Pria Ini, Polisi Sita Senjata Tajam dan Undangan Pelantikan Jokowi-Maruf

Baca: Durian Masih Relatif Mahal, Pedagang Durian Musiman Mulai Bermunculan di Sungai Ulin Banjarbaru

Baca: Joko Widodo-Maruf Amin Akhirnya Resmi Menjadi Presiden-Wapres 2019-2024

Bahkan, Rabu (16/10/19) lalu, lanjut Rahmat, pihaknya mendampingi tim dari provinsi terdiri dari ESDM Dishut, DLH, dan unsur LH Kabupaten Tanahlaut.

Tapi disayangkan, kata dia lagi, hasil kunjungan tim ke lapangan tidak dituangkan dalam berita acara mengenai kondisi lapangan penyebab cemar tersebut. Namun hanya mereview lokasi-lokasj pengambilan sample yang dilakukan oleh DLG Kabupaten Tanahbumbu.

Padahal, ujarnya banyak hal di lapangan yngg diliat. Permasalahan pengelolaan lingkungan lintas kabupaten, adanya tambang yang tidak aktif dengan status tidak jelas pengelolaan tetapi meninggalkan lobang tambang yngg mengandung air asam tambang pekat kisaran pH 2.4.

Serra adanya tambang dalam kawasan hutan yang tidak melakukan revegetasi dan kawasan hutan yang rusak.

"Mudah-mudahan semua permasalahan dapat di atasi secara bersama. Karena tanggal 23 Oktober 2019, DLH Provinsi Kalsel memfasilitasi pertemuan semua OPD terkait dan kabupaten terhadap permasalahan itu," harap Rahmat kepada banjarmasinpost.co.id.

Sebab pihak provinsi yang punya otorisasi untuk perbaikan semua. Selain dana jaminan reklamasi yang otoritasnya di ESDM Provinsi. Tidak kecuali persoalan kehutanan.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved