Pelantikan Presiden RI

'Ritual' Dukun Jelang Pelantikan Presiden & Wakil Jokowi-Ma'ruf, Ini Kata NU & Muhammadiyah

Adanya 'Ritual' dukun jelang Pelantikan presiden dan wakil presiden RI 2019-2024 juga disoroti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

'Ritual' Dukun Jelang Pelantikan Presiden & Wakil Jokowi-Ma'ruf, Ini Kata NU & Muhammadiyah
kompas.com/ANTARA FOTO/HAFIDSZ MUBARAK A
Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo (kanan) dan KH Maruf Amin (kedua kanan) bersama Ibu Irianan Joko Widodo (kiri) dan Ibu Wury Estu Handayani (kedua kiri) menyapa pendukung sebelum memberikan pidato pada Visi Indonesia di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat Minggu (14/7/2019). Joko Widodo menyampaikan visi untuk membangun Indonesia di periode kedua pemerintahannya diantaranya pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, investasi, reformasi birokrasi dan efektifitas serta efisiensi alokasi dan penggunan APBN. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Adanya 'Ritual' dukun jelang Pelantikan presiden dan wakil presiden RI 2019-2024 juga disoroti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Video viral itu beredar akhir-akhir ini.

Ya, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Marsudi Syuhud dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengomentari terkait adanya ritual jelang pelantikan presiden dan wakil presiden RI 2019-2024 (Jokowi-Ma'ruf).

Diketahui, sebelumnya viral video pria mengaku bernama Ki Sabdo menggelar ritual di depan Gedung Nusantara V DPR RI, jelang pelantikan Jokowi-Ma'ruf, pada Minggu (20/10/2019).

Dilansir TribunWow.com dari saluran YouTube Kompas TV, Sabtu (19/10/2019), Marsudi menanggapi adanya ritual menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024, Jokowi-Ma'ruf Amin tersebut.

Baca: Firasat Aneh Sebelum Lamborghini Raffi Ahmad & Nagita Slavina Terbakar Dirasa Pengendara Ini

Baca: Selingkuh, Serahkan Harta! Daftar Janji Pranikah Artis, Rey Utami-Pablo Hingga Chelsea Olivia-Glenn

Ia menuturkan Indonesia menjadi negara dengan memiliki beragam kepercayaan.

"Indonesia adalah bangsa yang beraneka ragam kepercayaan dan agama. Indonesia yang mempunyai Tuhan, karena dasarnya saja Pancasila, 'Ketuhanan yang Maha Esa'," ujar Marsudi.

Menurutnya telah ada serangkaian usaha keras dilakukan oleh masyarakat Indonesia.

"Ketika mereka atau siapa saja sudah berusaha keras melakukan usaha-usaha keras."

"Dengan step yang nyata, yaitu dari mulai pilihan presiden dari magang jadi calon presiden wapres kemudian bekerja sampai jadi."

"Kemudian step berikutnya besok adalah pelantikan. Itu adalah usaha keras yang panjang bagi bangsa Indonesia," papar Marsudi.

Halaman
1234
Editor: Murhan
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved