Berita Kabupaten Banjar

Balita Jeune Syndrom Kabupaten Banjar Baru Jalani Operasi Lanjutan, Begini Kondisinya

Lama tak dengar kabarnya, balita pengidap penyakit jeune syndrom, kondisi Muhammad Alfatih, kini makin membaik. Balita 22 bulan ini baru saja menjalan

Balita Jeune Syndrom Kabupaten Banjar Baru Jalani Operasi Lanjutan, Begini Kondisinya
Dok Banjarmasinpost.co.id
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Ikhwansyah saat menjenguk Alfatih beberapa waktu lalu. Balita Alfatih saat dalam pengobatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Lama tak dengar kabarnya, balita pengidap penyakit jeune syndrom, kondisi Muhammad Alfatih, kini makin membaik. Balita 22 bulan ini baru saja menjalani operasi lanjutan.

*Beberapa hari yang lalu Alfatih kembali menjalani operasi dan sekarang masih rawat jalan. Seminggu sekali harus dilakukan pemeriksaan," ucap Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Banjar Ikhwansyah, Senin (21/10/2019).

Ia mengajak semua pihak mendoakan anak warga Mataraman itu cepat pulih. "Kami mengucapkan terimakasih kepada para donator yang telah membantu. Pemkab Banjar pun selama ini juga sangat luar biasa membantu ananda Alfatih,” tandasnya.

Baca: Raffi Ahmad Tuduh Orang Ini Penyebab Lamborghininya Terbakar, Suami Nagita: Itu Mobil Impian Aku!

Baca: VIDEO Mobil Baru Presiden Jokowi Ditembaki Lalu Dibom, Mercedes S Guard Bisa Padamkan Api

Baca: HEBOH! Saat Pelantikan, Jokowi Malah Seleweran & Layani Emak-emak Selfie, Sosok KW Ini Bikin Geli

Oejabat eselon II di Bumi Barakat ini mengatakan setalah kelak Alfatih dibolehkan pulang, Pemkab Banjar akan mencarikan tempat tinggal yang jaraknya tak jauh dari Rumah Sakit Ratu Zalecha (Raza). Ini karena bocah itu masih harua terua mendapat penanganan lanjutan.

"Pemkabb Banjar juga akan menyiapkan satu orang dokter anak yang khusus untuk memantau perkembanagn Alfatih," kata Ikhwansyah

Seperti telah dirilis banjarmasinpost.co.id, Alfatih mulai mejalani penanganan medis secara intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangun Kusumo (RSCM) sejak 20 Mei 2018 lalu, didampingi sang ibu, Rifqi Diniati.

Kemudian sejak 14 Februari 2019 mulai menjalani rawat jalan di kantor perwakilan Kabupaten Banjar di Jakarta di Jalan Tebet Darat, Dalamraya, Jakarta.

Selama menjalani perawatan di kantor perwakilan Alfatih masih memerlukan sejumlah bahan dan alat habis pakai (BAHP). Sesuai rincian kebutuhan yang disampaikan pihak RSCM, total biaya BAHP per bulannya sekitar Rp16-20 juta.

Muhammad Al Fatih adalah bayi pertama di Indonesia, bahkan satu-satunya kasus di Asia Tenggara, yang terdiagnosis mengidap jeune syndrome. Ini merupakan kelainan tulang dada yang sempit, sehingga paru-paru tidak mengembang.

Jika bernapas harus mengerahkan seluruh tenaga untuk memenuhi pasokan oksigen di dalam tubuh. Karenannya, napas Alfatih ngos-ngosan bagai orang yang kelelahan setelah lari keliling stadion. Itu sebabnya ventilator dipasang di lehernya untuk membantu memperlancar pernapasannya.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved