Berita Banjarmasin

Berbicara di TWKM ke-31, Tokoh Dayak Meratus Khawatir Lima Desa akan Tinggal Dongeng

Seorang Tokoh Dayak Meratus , Budi Kurniawan menyebutkan saat ini kondisi pegunungan Meratus dalam keadaan terancam.

Berbicara di TWKM ke-31, Tokoh Dayak Meratus Khawatir Lima Desa akan Tinggal Dongeng
banjarmasinpost.co.id/ahmad rizky abdul ghani
Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Noor Hidayati bersama narasumber lainnya saat menyampaikan keprihatinannya tentang pegunungan Meratus. 

BANJARMASIN, BPOST, BANJARMASIN - Seorang Tokoh Dayak Meratus , Budi Kurniawan menyebutkan saat ini kondisi pegunungan Meratus dalam keadaan terancam atau tidak baik-baik saja.

Menjadi sasaran rencana pertambangan yang izinnya pun telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat, namun jika hal itu tidak segera dicabut maka akan banyak imbas yang ditimbulkan.

" Bahkan jika teman-teman nanti ke desa Nateh, kalian bisa melihat pegunungan kapur di sana. Tapi perlu juga diketahui jika izin pertambangan ini nantinya berhasil, tidak hanya gunung kapur yang hilang, melainkan setidaknya ada lima desa yang juga akan tinggal cerita atau dongeng akibat imbas ini, " ujar Budi.

Sehubung itupula, Budi pun mengatakan bila berbicara tentang pegunungan Meratus tentu merupakan tanggung jawab bersama. Karena meski secara territorial Banjarmasin dan kabupaten lainnya berjarak dengan kawasan tersebut.

Baca: Hadapi UNBK SMP 2020, Kadisdik Usulkan Tambahan 1.000 Unit Komputer

Baca: Wakil Bupati Tabalong Mawardi : Sekolah Harus Bersih dari Bullying

Baca: Duel Maut di Bundaran Seth Aji Palangkaraya Kalteng, Rahmat Juhri Terkapar Terkena Tusukan Sajam

Baca: Polisi Temukan Senjata Tajam Terbuat dari Sikat Gigi Saat Razia Ruang Tahanan Polres Banjar

Namun secara psikologis begitu banyak manfaat yang telah diberikan oleh pegunungan itu kepada kelangsungan hidup masyarakat Kalsel.

" Sehingga bila kita berbicara Meratus sebetulnya tidak hanya menyelamatkan gunung meratusnya saja, melainkan juga kehidupan di dalamnya," kata Budi saat menjadi pembicara pada diskusi Temu Wicara Kenal Medan (TWKM)  ke-31 di Kampus UIN Antasari Banjarmasin.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Noor Hidayati, yang menyebutkan keberadaan pegunungan Meratus merupakan salah satu wilayah ekosistem yang esensial serta penting.

Karena selain sebagai sumber air di bumi Lambung Mangkurat, di pegunungan Meratus juga banyak sekali keanekaragaman hayati serta kehidupan masyarakat terutama adatnya.

Meskipun dengan adanya izin tambang yang telah dikeluarkan pemerintah pusat terutama Kementerian ESDM sehingga jika tidak segera dicabut justru akan mengancam kondisi tersebut.

Untuk itu, ia pun sangat mendukung jika isu save atau penyelamatan Meratus pun diangkat terutama pada even TWKM ke 31 yang melibatkan para mahasiswa pecinta alam.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved