Kabinet Jokowi JIlid II

Jelang Pengumuman Menteri, Kasus Teror Penyidik KPK Novel Baswedan, PR Besar Buat Kabinet Jokowi

Diketahui, sejak 11 April 2017 hingga kini, dalang teror penyiraman air keras terhadap salah satu penyidik senior KPK belum dapat diungkap.

Jelang Pengumuman Menteri, Kasus Teror Penyidik KPK Novel Baswedan, PR Besar Buat Kabinet Jokowi
MUHAMMAD ADIMAJA
Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menggelar aksi di kawasan Mabes Polri, Jakarta, Senin (15/7/2019). Dalam aksi tersebut mereka menyampaikan bahwa kinerja Tim Satgas kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan, cenderung hanya melakukan tindakan yang bersifat formalitas dan tidak transparan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Salah satu PR besar yaitu kasus penyiraman terhadap penyidik KPK Novel Baswaedan mengadang Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin yang telah resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 atau tepatnya 20 Oktober 2019 - 20 Oktober 2024.

Jokowi-Ma'ruf Amin mulai memegang tampuk pemerintahan pada Minggu (20/10/2019) kemarin, setelah melalui serangkaian proses pelantikan di Gedung MPR/DPR, Jakarta. Hari ini rencananya Jokowi akan mengumumkan susunan Kabinet Jilid II.

Oktober ini pula bertepatan dengan nyaris berakhirnya tenggat tiga bulan yang diberikan Presiden Jokowi kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengungkap dalang penyerangan Penyidik KPK Novel Baswedan.

Diketahui, sejak 11 April 2017 hingga kini, dalang teror penyiraman air keras terhadap salah satu penyidik senior KPK belum dapat diungkap.

Baca: Sosok Cantik Ini Datang ke Istana Jelang Pengumuman Menteri Kabinet Jokowi, Siapa Tetty Paruntu?

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menduga sulitnya pengungkapan perkara bukan karena ketidakmampuan anggota tim pengusutan, melainkan lantaran indikasi keterlibatan petinggi Polri.

Itu sebab kata dia, penting untuk membentuk tim independen yang bekerja langsung di bawah presiden.

"Kasus Novel Baswedan adalah ujian sejarah bagi pemerintahan Jokowi. Jadi jika pemerintahan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) memiliki kasus Munir sebagai ujian sejarahnya, maka kasus Novel Baswedan adalah ujian sejarah bagi pemerintahan saat ini," ujar Usman kepada wartawan, Senin (21/10/2019).

Munir Said Thalib yang disebut Usman adalah aktivis HAM yang dibunuh dengan racun arsenik dalam perjalanannya dari Indonesia menuju Belanda pada 2004 silam.

Pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) ini dikenal aktif mendampingi korban pelanggaran HAM dan mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai tak adil.

Beberapa pelaku lapangan sudah ditahan namun tetap menerima pengurangan hukuman, sedangkan dalang pembunuhan hingga kini belum berhasil diungkap.

Baca: Akhirnya Foto Nikahan Ahok BTP & Puput Nastiti Devi Dipamerkan, Eks Ajudan Veronican Tan Mirip BCL?

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved