Berita Kotabaru

Kajari Kotabaru Perlihatkan Uang Pengembalian Terpidana Kasus Damkar Rp 187 juta

Kasus Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Alat Pemadam Kebakaran di BPBD Kotabaru tahun 2016 dan ditangani Kejaksaan Negeri Kotabaru pada 2019 ini

Kajari Kotabaru Perlihatkan Uang Pengembalian Terpidana Kasus Damkar Rp 187 juta
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Kajari Kotabaru Perlihatkan Uang Pengembalian dari terpidana kasus korupsi Damkar, Senin (21-10-19) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kasus Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Alat Pemadam Kebakaran di BPBD Kotabaru tahun 2016 dan ditangani Kejaksaan Negeri Kotabaru pada 2019 ini telah vonis.

Dua terpidana divonis dengan hukuman 1 tahun 8 bulan dan subsider 6 bulan.

Dari kasus yang sudah incraht pada Mei 2019 lalu, satu pelaku yakni kontraktornya, Mukhlis melakukan pengembalian uang kerugian Negera.

Sementara Bendahara BPBD yakni Qodratullah Ahmad juga mengaku akan membayar uang pengganti.

Namun yang baru diterima Kejaksaan Negeri Kotabaru, baru Mukhlis.

Baca: Paula Verhoeven Keguguran pada Kehamilan Pertama Bikin Baim Wong Takut, Sohib Rafathar Sebut Ini

Baca: VIDEO Ekspresi Wajah Cantik Grace Natalie saat Dicueki Prabowo Ketika Mau Salaman, Ketum PSI Kecewa?

Baca: Jokowi Lagi Sibuk Kenalkan Calon Menterinya, Kaesang & Gibran Malah Resmikan Toko Flagshipnya

Baca: Pelat Nomor & STNK Lamborghini Raffi Ahmad & Nagita Slavina yang Terbakar Disorot, Polisi Sebut Ini

Terpidana Mukhlis mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 187.000.000.

Terkait putusan itu, uang pengganti atau subsider 6 bulan yang menyatakan bila tak dibayar maka akan ditambah selama 6 bulan kurungan.

Hal itu diucapkan Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Haryoko Ari Prabowo didampingi sejumlah Kasi di ruangannya, Senin (21/10/19.

Pengembalian uang pengganti tersebut akan disetorkan ke Negara.

Kasus tersebut menimbulkan kerugian dengan total sekitar Rp 390 juta.

"Jadi ini adalah progres penanganan Tindak pidana korupsi di Kotabaru, dalam hal ini kasus pengadaan alat damkar, Kontraktornya (Mukhlis) mengbalikan uang pengganti sebesar Rp 187 juta," kata Prabowo.

Dia juga menyebutkan, saat ini Kejaksaan tidak hanya mengejar pelakunya melainkan upaya pengembalian uang negara juga dilakukan.

Sebab menurutnya, bila uang negara tak kembali dan hanya pelakunya yang ditahan rasanya ada yang kurang.

Ini menunjukkan bahwa Kejaksaan Negeri Kotabaru juga mengejar kerugian negara yang harus dikembalikan si pelakunya itu dan bila tidak bisa, maka harta terpidana yang disita.

"Jadi uang ini akan dikembalikan dan setor keuangan Negara melalui Bank BRI. Artinya begini, kalau tidak bisa mengembalikan ya kita akan cari hartanya," kata Haryoko Ari Prabowo.

Selain pengembalian uang pengganti, terpidana Mukhlis juga didenda Rp 50 juta.

Sementara terpidan lainnya yakni Qodratullah Ahmad juga mengaku akan mengembaliakan uang pengganti namun sampai saat ini masih belum.

"Tapi sudah ada niat baik dari terpidana. Kita tunggu saja. Kalau Qodrat ini uang penggantinya sebesar 90 juta, " tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved