Berita Kabupaten Banjar

NEWSVIDEO : Air Sungai Bau Bangkai Ikan, Warga Di Sepanjang Sungai Riam Kanan Kesulitan Air Bersih

Sembilan desa kekurangan air bersih berada di sepanjang Sungai Riam Kanan, Kecamatan Karang Intan. Yakni Desa Sungai asam, Sungai Alang, Sungai Landas

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Air Sungai Riam Kanan di Karangintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan tak layak untuk digunakan. Dinilai warga air sungai sudah tercemar akibat banyaknya ikan mati sejak beberapa hari terakhir ini.

Bahkan dari pantauan dan saat melintas jalan Desa Mali-Mali hingga sungai arfat bau bangkai ikan tercium begitu menyengat, tampak bangkai ikan masih banyak mengapung di permukaan sungai, selain kondisi sungai yang surut dan dangkal.

Sembilan desa kekurangan air bersih berada di sepanjang Sungai Riam Kanan, Kecamatan Karang Intan. Yakni, Desa Sungai asam, Sungai Alang, Sungai Landas, Penyambaran, Lihung, Pasar lama, Karang Intan, Lok Tangga dan Mali-Mali.

Eson , warga sungai arfat mengatajan air sungai sudah tak layak. "Sudah tidak pakai air sungai sejak empat hari terakhir hari. Air bau bangkai ikan. Juga sudah setengah bulan air PDAM tidak normal," kata dia, Senin (21/10/2019).

Baca: Satpol PP dan Damkar Tanahlaut Belum Tahu Keberadaan Pengemis Berkeliaran di Pelaihari

Memet, warga lainnya mengatakan profesi sehari-hari banyak yang jadi pembudidaya ikan keramba jala apung. Begitu dapat musibah ikan mati sungguh hanya bisa mengelus dada, ditambah sulit air. " Mulai ddesa sei asam, sei alang, pnyambaran lihung, Sudah banyu nya bau, maka ini sdah mulai merambah ke desa karangintan loktangga sampai tempat kami di sei arfat. Sudah ikan mati ditambah air sungai sungai surut dan keruh, " jasnya.

Ikan mati dampaknya membuat semakin parah dan meluasnya jangkauan penyakit ikan di karamba lain yang mengikuti saluran sungai Riam Kanan.

Bau bangkai ikan yang menyengat bahkan terasa hingga berpuluh-puluh meter kepermukaan tercium dan mengganggu kenyamanan warga yang bermukim di pinggiran sungai Riam Kanan.

Air sungai yang tercemar akibat bangkai ikan ini juga terlihat keruh, bahkan hingga berwarna ke hitam-hitaman. Air yang sebelumnya dapat digunakan warga untuk mandi dan konsumsi kebutuhan sehari-haripun tidak dapat digunakan lagi.

Baca: Berbicara di TWKM ke-31, Tokoh Dayak Meratus Khawatir Lima Desa akan Tinggal Dongeng

Akhmad, salah seorang warga Desa Penyambaran, Kecamatan Karang Intan mengakui, ikan-ikan yang mati ini terpaksa dibuang dengan cara dilarutkan ke sungai, karena para petambak kebingungan jutaan ikan yang mati ini mau dikemanakan. Tidak hanya bangkai ikan milik pribadi, bahkan para petambak sudah mulai main tuding, pasalnya ikan yang mati dibuang ke sungai dimulai dari petambak yang berada di aliran teratas. Sehingga petambak yang berada dihilir ikut-ikutan membuang bangkai ikan ke aliran sungai.

Namun di Sungai arfat, tampak warga bergotongroyong membersihkan bangkai ikan dengan cara memasukkan dalam karung. Tumpukan karung terlihat di pinggiran sungai berisi bangkai ikan.

“ Desa tersebut dilintasi oleh air dari Sungai Riam Kanan," kata Muhamad Ilmi , Senin (21/10/2019). Dia mengatakan Air yang berada di sungai ini memang sudah tercemar, bahkan seperti berminyak karena bangkai ikan ini.(banjarmasinpost.co.id/Nia Kurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved