Berita Banjarmasin

Peserta JKN-KIS Menunggak Iuran Buat BPJS Kesehatan Makin Berat Lunasi Tunggakan ke RS

Tunggakan pembayaran biaya pelayanan peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan kepada rumah sakit (RS) terus menumpuk termasuk juga di Kalsel yang mencapai

Peserta JKN-KIS Menunggak Iuran Buat BPJS Kesehatan Makin Berat Lunasi Tunggakan ke RS
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Suasana Pelayanan BPJS Kesehatan Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tunggakan pembayaran biaya pelayanan peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan kepada rumah sakit (RS) terus menumpuk termasuk juga di Kalsel yang mencapai puluhan miliar Rupiah disebabkan defisit yang dialami BPJS Kesehatan.

Selama ini BPJS Kesehatan tidak memungkiri bahwa salah satu penyebab adanya defisit tersebut disebabkan karena timpangnya nilai iuran dengan beban biaya yang diemban oleh BPJS Kesehatan.

Karena itu, upaya untuk menaikkan nilai iuran kepesertaan JKN-KIS dilakukan dan direncanakan akan diterapkan mulai Bulan Januari 2020 mendatang.

Tapi ternyata belum sesuainya nilai iuran kepesertaan hanya satu dari penyebab lainnya yang sebabkan defisit di BPJS Kesehatan.

Baca: Akhirnya Foto Pernikahan Ahok Alias BTP & Puput Nastiti Devi Dirilis, Tanggal Eks Veronica Disorot

Baca: Begini Cara Unik Jokowi Tunjuk Menteri Kabinet Kerja Jilid 2, Mahfud MD : Akan Diumumkan Rabu pagi

Baca: Raffi Ahmad Tuduh Orang Ini Penyebab Lamborghininya Terbakar, Suami Nagita: Itu Mobil Impian Aku!

Dijelaskan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin, Tutus Novita Dewi, faktor tidak disiplinnya peserta JKN-KIS khususnya peserta mandiri atau pekerja bukan penerima upah dalam membayar iuran kepesertaan turut memperberat beban BPJS Kesehatan.

Menurut Tutus di area kerja BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin yang menangani kurang lebih lima ratus delapan belas ribu peserta mandiri, empat puluh persen diantaranya tidak membayar iuran secara disiplin.

Padahal menurutnya, jika membayar iuran dengan disiplin, dengan jumlah peserta mandiri JKN-KIS di Kalsel sebesar itu sebenarnya bisa berkontribusi sebesar kurang lebih delapan puluh miliar Rupiah yang tentu bisa membantu upaya BPJS Kesehatan melunasi tunggakannya ke RS di Kalsel.

Diketahui beberapa RS di Kalsel masih menunggu pembayaran tunggakan biaya pelayanan JKN-KIS dari BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin, seperti salah satunya RSUD Ulin Banjarmasin.

Sebelumnya, hingga pertengahan Bulan Oktober 2019 RSUD Ulin Banjarmasin sempat menunggu pembayaran tunggakan pembayaran mencapai kurang lebih Rp 82 miliar.

Jumlah tersebut merupakan tagihan yang sudah diverifikasi dari Bulan Juni, Juli dan Agustus 2019. Sedangkan tagihan untuk bulan September sebesar kurang lebih Rp 23 miliar masih menunggu untuk selesai diverifikasi.

Sedangkan selain RSUD Ulin Banjarmasin, RSJ Sambang Lihum juga sempat menunggu pembayaran tunggakan dari BPJS Kesehatan kurang lebih Rp 3,8 miliar.

Untuk atasi permasalahan tunggakan tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin menyarankan alternatif pembiayaan pihak ketiga melalui program Supply Chain Financing (SCF) perbankan untuk mengurangi beban yang berpotensi makin menekan aliran keuangan RS.

Namun disayangkan belum semua RS di Kalsel mau memanfaatkan program SCF tersebut. Dimana dari 41 RS yang bermitra dengan BPJS Kesehatan, baru 9 diantaranya yang manfaatkan program tersebut.

"Kami sudah keliling sosialisasikan program ini, kawan-kawan dari perbankan juga kami yakin tidak sekali dua kali saja ke RS sampaikan program ini. Tapi sekali lagi ini pilihan dan bukan kewajiban bagi manajemen RS," kata Tutus.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved