Tajuk

Selamat Bekerja Keras

Untuk kali kedua Joko Widodo menduduki kursi presiden Republik Indonesia. Perjalanan panjang dilaluinya guna mendapat kembali kursi

Selamat Bekerja Keras
setneg
Foto resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Maruf Amin 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Untuk kali kedua Joko Widodo menduduki kursi presiden Republik Indonesia. Perjalanan panjang dilaluinya guna mendapat kembali kursi tersebut. Lima tahun memegang tampuk pemerintahan menjadi modal utama. Dia pun harus melalui berbagai tikungan di akhir masa jabatan pertamanya.

Disintegrasi bangsa menjadi persoalan yang dihadapinya. Tak hanya Jokowi, bangsa ini pun ketar-ketir melaluinya. Ini bermula dari pemilihan gubernur DKI Jakarta. Bangsa ini terbelah. Sedikit sembuh setelah gubernur DKI terpilih, pembelahan kembali terjadi menghadapi pemilihan presiden. Puncaknya terjadi saat rusuh demo menolak hasil pemilihan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta. Sejumlah orang tewas. Sebuah biaya yang sangat mahal untuk sebuah pemilihan, kendati itu pemilihan presiden.

Ketegangan mereda setelah saingannya, Prabowo Subianto, mengakui kekalahan. Dia bahkan ikut menghadiri pelantikan Jokowi dan KH Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden.

Namun masa kekuasaan lima tahun ke depan bukan hal mudah bagi Jokowi. Berbagai persoalan besar langsung mengadangnya pascapelantikan. Pertama tentu saja tuntutan agar Presiden Jokowi mengeluarkan Peraturan Presiden Pengganti Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (Perppu KPK) atau apa pun namanya. Untuk menuntut hal itu sejumlah mahasiswa juga harus kehilangan nyawa. Sungguh harga yang sangat mahal untuk bisa menyampaikan aspirasi.

Persoalan lain yang sangat mahal adalah disintegerasi Papua. Puluhan orang tewas dan ratusan orang kehilangan tempat tinggal serta harus mengungsi ke luar Papua.

Hal serupa terjadi di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Konflik antarsuku terjadi. Persoalan ini mendapat sorotan lebih karena kawasan tersebut merupakan calon ibu kota negara yang baru.

Belum lagi persoalan administrasi seperti rencana kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sungguh semua ini bukan persoalan mudah.

Jokowi harus benar-benar bekerja keras. Untuk itu dia perlu pembantu yang benar-benar bekerja. Tidak asal bapak senang.

Masyarakat tak perlu pencitraan. Tak perlu janji-janji. Banyak calon pemimpin yang mengucapkan janji manis menjelang pemilihan, tetapi lupa setelah terpilih. Janji ini tidak naik, ternyata belakang naik. Janji itu tidak naik ternyata di kemudian hari makin membebani masyarakat.

Selamat bekerja keras Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Semoga Anda berdua amanah karena disumpah di bawah Alquran. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved