Berita Banjar

Dampak Tercemar Bangkai Ikan di Sungai Riam Kanan, Krisis Bersih Meluas ke Astambul

Kesulitan air bersih aklibat bangkai ikan dikeluhkan warga kini meluas tidak hanya di Karangintan tetapi hingga ke Kecamatan Astambul.

Penulis: Nia Kurniawan | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Suasana warga di bantaran sungai yang melintasi desa sungai arfat. Air sungai tak bisa digunakan keperluan sehari-hari karena tercemar bangkai ikan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kesulitan air bersih dikeluhkan warga kini meluas tidak hanya sepanjang bantaran Sungai Riam Kanan, Kabupaten Banjar , Kalimantan Selatan.

Krisis air bersih akibat bangkai ikan di sungai juga dialami warga sejumlah desa Kecamatan Astambul dan Kecamatan Martapura.

Krisis air bersih terjadi akibat tercemarnya air sungai dampak kematian massal ikan. Satu sisi, muncul fenomena bermunculannya ikan dan mudah untuk ditangkap di sungai, dimanfaatkan warga dengan berburu ikan khususnya pada malam hari.

" Di Dalam pagar tadi malam saya dapat ikan, baung besar sekali. Ya banyak sekali orang mencari ikan di sungai Martapura, walau gelap. Saya turun jam 22 sampai jam 1 dinihari. Bawa tumbak saja, panjangnya dua meter untuk nangkap ikan," kata Sairi warga setempat.

Baca: Gelar Razia Hotel di Banjarmasin, Satpol PP Jaring 41 Muda-mudi Bukan Suami Istri Ngamar

Baca: PKS Banjarbaru Segera Buka Pendaftaran Bakal Calon Wali Kota, Sejumlah Calon Sudah Jalin Komunikasi

Baca: Dikerjai Dua Penjambret, Nurhayati Jatuh dari Sepeda Motor, Beruntung Emas 50 Gram Gagal Dirampas

Baca: Mantan Ketua Hipmi Bahlil Lahadalia, Dari Sopir Angkot Punya 10 Perusahaan kini Calon Menteri Jokowi

Warga Desa teluk Selong. Erry, warga teluk selong juga mengatakan di Sungai Martapura bermunculan ikan ke permukaan. " Ramai sekali orang menangkapi. Banyak juga dari luar warga berdatangan ke Desa Teluk Selong, cari ikan," katanya

Bahkan menurut warga Pingaran, Nor, fenomena ini sudah lebih dulu terjadi desanya.

" Iya tapi setelah ramai banyak warga menangkap ikan air jadinya tercemar, tidak bisa mandian lagi di sungai. Ini kami juga masih saja kekurangan air bersih. Maka bau busuk ikan tercium sampai rumah," katanya.

Menurut Elisa, warga lainnya berpendapatan ikan jelas kekurangan oksigen Karena musim panas. Sehingga naik ke permukaan, bisa lemah kemudian akhirnya mati. Bangkainya cemari sungai.

"Mulai desa Sungai Asam, Sungai Alang, Panyambaran, Lihung, ikan kami mati. Sungai airnya tercemar, ditambah masyarakat lain ramai cari ikan  membuat air tambah keruh akibat di hayau," kata Emet warga Sungai Arfat.

Kepala BPBD Kabupaten Banjar, Irwan Kumar mengatakan, di Kecamatan Karang Intan ada delapan desa yang mengalami dampak tercemarnya sungai oleh ikan yang mati. Sedangkan, di Kecamatan Astambul ada dua desa Pingaran Ulu dan Pingaran Ilir. Tapi sudah ada konfirmasi dari pihak kecamatan, ada empat desa lagi yang mengalami krisis air.

Mengatasi krisis air bersih yang dialami warga, menurut Irwan Kumar, distribusi air bersih terus dilakukan menggunakan dua unit mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter.

Untuk menampung air bersih, pihaknya juga telah menempatkan puluhan tandon air di belasan desa terdampak matinya jutaan ikan. Dari 110 tandon milik BPBD, sudah terpakai untuk distribusi air bersih sebanyak 86 tandon.

Untuk mengisinya, Kumar mengaku juga melibatkan sejumlah armada pemadam kebakaran. Karena jika hanya mengandalkan mobil tangki air milik BPBD, akan kualahan. Terutama di desa-desa di luar wilayah Kecamatan Karang Intan.

Karena diakuinya saat ini, penyaluran air krisis air bersih terfokus di Kecamatan Karang Intan sebagai wilayah terparah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved