Berita Tabalong

Hutan di Tabalong Masih Luas, di Kawasan Ini Sering Terlihat Satwa Langka

Keberadaan hewan langka di Kabupaten Tabalong memang masih cukup banyak. Itu karena hutan di Tabalong masih cukup luas.

Hutan di Tabalong Masih Luas, di Kawasan Ini Sering Terlihat Satwa Langka
HO/KPH Tabalong
Petugas KPH Tabalong mengamamankan burung langka yang dilindungi yaitu jenis burung Julang Emas (yang memiliki nama latin Undulatus). Burung berparuh kuning ini dipelihara oleh salah satu warga di Desa Purui Kecamatan Jaro. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Belum lama ini Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) mengamankan burung langka yaitu burung Julang emas di Desa Purui Kecamatan Jaro. Keberadaan hewan langka di Kabupaten Tabalong memang masih cukup banyak.

Mengingat banyaknya kawasan hutan di Tabalong baik itu hutan produksi maupun hutan lindung, tak heran jika masih banyak ditemukan hewan langka.

Kepala Seksi Perlindungan Hutan KPH Tabalong Zainal mengatakan bahwa saat ini pihak KPH memang masih belum memiliki pemetaan untuk keberadaan satwa langka.

Namun dari laporan warga paling banyak adalah di kawasan Muara Uya, Jaro, Upau dan Bintang Ara yang memiliki hutan luas.

Baca: Sikap Buruk Raffi Ahmad ke Nagita Slavina Diungkap, Denny Cagur Sempat Kesal ke Teman Ruben Onsu

Baca: Trail Pustaka dan Badut Sophia Kunjungi SDN Pangeran 2, Begini Sambutan Siswa

Baca: 3 Cara Alami Menghilangkan Jerawat Menggunakan Buah Pepaya, Kombinasi Madu, Cuka dan Jeruk

Baca: Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Tabalong Smart City, PT Adaro Indonesia Latih 1000 Warga Tabalong

Dari patroli yang pernah dilakukan oleh polisi hutan memang beberpa kali menemui adanya hewan langka dan posisinya memang menyebar.

“Misalnya di daerah Desa Salikung dan Mimban pernah melihat langsung adanya bekantan yang berkelompok dan posisinya tak jauh dari pemukiman warga,” ujarnya. Karenanya perlu dilakukan sosialisasi secara berkala kepada masyarakat untuk tidak menangkap hewan langka.

Dan sebagian besar warga memang telah mengetahui bahwa bekantan adalah merupakan hewan langka yang dilindungi dan tidak diperbolehkan untuk ditangkap baik untuk dipelihara aapalagi diperjualbelikan.

Baca: Toko Alfamart di Banjarbaru Ditempel Stiker Belum Bayar Pajak, Manajemen Alfamart Bingung

Baca: LINK Live Streaming TV Online Juventus vs Lokomotiv Moscow Liga Champion, Tak Siaran Langsung SCTV

Baca: Curi Tas di Desa Mandingin, Isinya Hanya Rp 72 Ribu, Wajah Pelaku Terekam Jelas di CCTV

Ahmad salah satu warga Salikung mengatakan jika mencari kayu atau mencari buah ke hutan beberapa kali melihat ada bekantan yang bergerombol karena mereka hidup berkelompok. Namun karena sudah mengetahui bekantan merupakan hewan langka yang dilindungi maka tidak ada niat untuk menangkap.

“Biar anak dan cucu kami mengetahui apa itu bekantan dengan melihat langsung dengan pergi ke hutan,” ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved