Berita Banjarmasin

Kabut Asap Selimuti Banjarmasin, Aldi Keluhkan Mata Perih

Kabut asap kembali menyerbu dan menyelimuti sebagian kota Banjarmasin, Senin (21/10/2019) malam tadi.

Kabut Asap Selimuti Banjarmasin, Aldi Keluhkan Mata Perih
banjarmasinpost.co.id/ahmad rizky abdul ghani
Kabut asap menyelimuti Kota Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kabut asap kembali menyerbu dan menyelimuti sebagian kota Banjarmasin, Senin (21/10/2019) malam tadi.

Sempat menghilang beberapa pekan terakhir, munculnya kabut asap kali ini bahkan dianggap cukup mengganggu oleh sejumlah warga Banjarmasin.

Terutama bagi pengendara motor, pasalnya selain menyebabkan sesak pada pernapasan, kemunculan kabut asap yang cukup tebal tersebut juga membuat jarak pandang mereka pun terbatas.

Wahidah misalnya, warga Jalan Sultan Adam itu pun tidak memungkiri kondisi tersebut. Bahkan ia yang Senin malam semula keluar rumah untuk mencari angin segar bersama temannya.

Baca: NEWSVIDEO : Rekonstruksi Pembunuhan di Gang Rahayu Digelar di Halaman Mapolsekta Banjarmasin Barat

Baca: Kasat Lantas Polres Tanbu Imbau Pengendara, 23 Oktober Dimulai Operasi Zebra

Baca: Pembukaan Hari Santri Nasional 2019 di Banjar, Jadi Ajang Pengembangan Kompetensi Santri

Baca: Yadi Dollar Ternyata Tewas Setelah Duel Lawan Suami Mantan Istri

Justru waktu bersantai mereka harus terusik dengan kehadiran kabut asap yang cukup pekat dan tidak terduga menyelimuti wilayah Taman Siring Jalan Piere Tendean Kota Banjarmasin.

"Iya benar saya merasakan sendiri pas lagi bersantai dengan teman-teman. Padahal awalnya normal, sekitar jam 10-an malam saat itulah udara mulai berubah dan bernafas pun terasa sesak," jelasnya.

Wahidah mengatakan tidak mengerti dari mana asap pekat tersebut berasal. Namun tebalnya asap menyelimuti kota Banjarmasin, Senin malam tadi cukup mengganggu pernapasan dan jarak pandangnya.

" Kalau sekitar 300 sampai 400 meter (jarak pandang, red) mungkin ada lah yaa. Tapi kan itu cukup aneh bagi kota Banjarmasin yang terbilang jarang memiliki lahan tidur atau pertanian. Jadi kemungkinan asap tersebut kiriman kabupaten tetangga ," ujarnya.

Laen Wahidah, berbeda lagi dengan Aldi, warga Jalan Veteran yang hendak pulang ke rumah, Senin tadi malam. Pekatnya kabut asap bahkan sempat membuat matanya perih saat mengendarai motor.

Tidak hanya itu, Aldi juga menaksir pekatnya kabut asap membuat jarak pandangnya hanya mampu menangkap sebuah benda maksimal sekitar 100 meter saja.

" Itu saya alami sekitar jam setengah 12 an malam. Karena pas saya lewat jembatan merdeka, antara satu tiang ke tiang lain saja sudah sulit terlihat. Jadi wajar, mata saya pun sempat terasa perih lantaran tebalnya kabut asap malam tadi," jelasnya.

Baca: Hukum Sholat Sunnah Rebo Wekasan Arba Mustakmir atau Sholat Tolak Bala Menurut Abdul Somad

Baca: NEWSVIDEO : Lahan Persawahan Terbakar di Malintang Gambut Lima Rumah dan Dua Warung Ikut Terbakar

Baca: Gelapkan Motor, Adul Dibekuk Polisi di Kelurahan Rantau Kanan

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Mukhyar saat dikonfirmasi terkait hal itu dirinya pun tidak menepisnya. Ia menuding pekatnya kabut asap menyelimuti wilayah Banjarmasin Senin malam juga merupakan kiriman dari kebakaran lahan di kabupaten / kota tetangga.

" Iya benar. Kabut asap yang terjadi tadi malam merupakan bawaan dari kabupaten/kota tetangga. Tapi meskipun demikian dari kabut itu masih dalam tahap tidak membahayakan," tulis Mukhyar melalui pesan singkat WhatsApp ke Bpost. (banjarmasinpost.co.id/ahmad rizki abdul ghani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved