Berita Banjarmasin

Pemko Banjarmasin Akan Tambah Persyaratan Perpanjangan izin usaha

Pemerintahan Kota Banjarmasin saat ini telah merencanakan akan menambah persyaratan terkait perpanjangan izin usaha bagi sejumlah perusahaan

Pemko Banjarmasin Akan Tambah Persyaratan Perpanjangan izin usaha
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Halaman Disdukcapil Kabupaten Batola, dipadati warga yang antri memperpanjang surat izin mengemudi (SIM) di mobil SIM keliling Satlantas polres setempat, Senin (21/10/19). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintahan Kota Banjarmasin saat ini telah merencanakan akan menambah persyaratan terkait perpanjangan izin usaha bagi sejumlah perusahaan yang beroperasi di kota berjuluk seribu sungai.

Dinilai tidak memberatkan karena syarat tambahan itu yakni perusahaan yang ingin memperpanjang izin usahanya pun cukup hanya menyatakan keikutsertaan atau terdaftar dalam aplikasi B-CSR yang sebelumnya telah diluncurkan Dinas Sosial Banjarmasin.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Banjarmasin, Iwan Restianto. Namun sebelum merealisasikan regulasi tersebut tentu pihaknya selain harus menggandeng Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), juga mengacu pada SK Wali Kota Banjarmasin.

" Iya betul, rencana begitu. Karena ini tujuannya agar seluruh perusahaan (beroperasi, red) di Banjarmasin pun bisa segera tergabung dan terdaftar dalam aplikasi atau website B-CSR. Sedangkan saat ini kan masih sekitar 50 yang tergabung di B-CSR tersebut, di Banjarmasin total perusahaan ada sekitar 1.500, " jelasnya.

Baca: 3 Cara Alami Menghilangkan Jerawat Menggunakan Buah Pepaya, Kombinasi Madu, Cuka dan Jeruk

Baca: NEWSVIDEO : Kebakaran Lahan Merembet ke Tempat Penumpukan Ban Bekas, Kobaran Api Dahsyat

Tak heran tambah Iwan upaya ini sangat penting segera direalisasikan mengingat dana CSR (Cooperate Social Responsibility) yang mengalir setiap tahunnya oleh seluruh perusahaan beroperasi di kota Banjarmasin cukup besar.

Namun belum adanya pelaporan yang secara mendetail baik terkait besaran, sang pemberi bantuan serta sasaran penyerahan dana CSR tersebut sehingga ke depan ia berharap hal ini bisa terkelola dengan baik serta tepat sasaran.

" Ya seperti kemana bantuan, berapa jumlahnya, karena pada tahun 2018 saja, meski hanya ada beberapa perusahaan saja yang kami monitor dari 1500 itu, jumlahnya lumayan besar," jelasnya.

Oleh karena itu ia berharap dengan peran B-CSR yang berfungsi bukan untuk mengolektifkan dana, melainkan hanya menyajikan informasi diantaranya terkait pemohon bantuan.

Sedangkan setiap pemohon bantuan itu juga telah pihaknya verifikasi sebelum terdaftar di dalam https://csr-banjarmasinkota.info/, sehingga para perusahaan bisa memilih penerima penyaluran dana CSR-nya.

Baca: Ratusan Warga Saksikan Rekonstruksi Pembunuhan di Gang Rahayu

" Jadi selain saat ini kami juga gencar telah melakukan sosialisasi ke perusahaan-perusahaan penyalur CSR tersebut, kami sebetulnya juga telah menyasar ke masyarakat terutama pemohon bantuan. Karena ke depan mereka yang memohon bantuan juga harus melalui B-CSR tersebut," jelasnya.

Iwan menargetkan sehingga dengan telah banyaknya perusahaan terdaftar pada B-CSR, selain bisa memberikan bantuan dengan mudah ke masyarakat memerlukan juga mengentaskan kemiskinan.

" Karena kami juga punya data sebaran warga miskin di 52 kelurahan, yang setidaknya bisa dibantu dengan dana CSR. Namun tentu saja dengan proposal (warga miskin, red) itu telah memenuhi syarat atau verifikasi kami," tutupnya. (banjarmasinpost.co.id/gha)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved