Komunitas Penghobi Tamiya

Tren Tamiya Sempat Pasang Surut, Penghobi Pindah Permainan Lain Namun Terkendala ini

Fahrudin atau biasa disapa Udin Babe, dedengkot pemain Tamiya di Kalsel tidak menepis popularitas Tamiya di Bumi Lambung Mangkurat memang sempat

Tren Tamiya Sempat Pasang Surut, Penghobi Pindah Permainan Lain Namun Terkendala ini
banjarmasinpost.co.id/ghanie
penghobi Tamiya banua 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Fahrudin atau biasa disapa Udin Babe, dedengkot pemain Tamiya di Kalsel tidak menepis popularitas Tamiya di Bumi Lambung Mangkurat memang sempat mengalami pasang surut.

Terlebih seiring pesatnya perkembangan teknologi dan informasi memasuki tahun milenial, sehingga beberapa penghobi Tamiya banting setir ke permainan yang lain.

Salah satu permainan yang cukup ramai menjadi sasaran sejumlah pemain Tamiya tersebut yakni permainan RC (remote control).

Sesuai namanya permainan ini lebih canggih karena bisa diatur melalui remote control untuk menggerakkannya sesuai keinginan.

Baca: Dulu Jadi Mainan Favorit Anak Laki-laki, Sekarang Penggemar Tamiya Banyak dari Kalangan ini

Baca: Sempat Beralih Hobi ke Mobil Remote Control, Udin Babe Ternyata Tak Bisa Berpaling dari Tamiya

Baca: Rela Rogoh Kocek Sendiri Ikut Lomba di Ajang Nasional

"Jadi RC ini kan ada tiga macam, yakni RC mobile atau darat, air dan udara atau biasa disebut aeromodelling. Nah, masuk tahun 2000 ke atas, beberapa teman-teman pun saat itu berhijrah ke RC," jelasnya.

Namun adanya kebijakan yang menyatakan permainan remote kontrol terutama drone memiliki radiasi yang bisa mengganggu sinyal mengharuskan pemilik RC terutama drone mesti memiliki izin ke pihak perhubungan.

"Hal inilah yang kemudian membuat kawan-kawan berpikir dan banting setir kembali ke Tamiya. Karena selain harus mengurus izin, belum lagi nanti bayar," jelasnya.

Bahkan tidak hanya RC, Udin yang pernah kepincut dengan alat permainan Airsoftgun hingga mengeluarkan kocek sampai 15 jutaan, juga ketiban regulasi baru.

Penggunaan Airsoftgun tidak sebebas sebelumnya lantaran dianggap memiliki kemiripan dengan senjata sesungguhnya.

"Nah, inilah yang kemudian membuat saya juga kembali bermain Tamiya," kata Udin Babe.

Menurut pria berusia 50 tahun itu, bermain tamiya selain seru, juga menjadi wadah bersilaturahmi sesama penghobi mobil mini 4WD tersebut.

(banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved