Berita Batola

Kisah Tugboat Tabrak Rumah Warga di Marabahan Batola, Moncong Kapal Hampir Bunuh Mansyur

Mansur (35) salah satu korban kapal tugboat yang menabrak rumah pemukiman warga dan dermaga pelabuhan Pasar Marabahan Kecamatan Marabahan,Batola.

Kisah Tugboat Tabrak Rumah Warga di Marabahan Batola, Moncong Kapal Hampir Bunuh Mansyur
HO/Polairud Polres Batola
Anggota Polairud Polres Batola mencek kondisi tugboat penabrak rumah warga dan dermaga pelabuhan Pasar Marabahan Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola, Rabu (23/10/19) pukul 05:00 Wita 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Mansur (35) salah satu korban kapal tugboat yang menabrak rumah pemukiman warga dan dermaga pelabuhan Pasar Marabahan Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola, Rabu (23/10/19) pukul 05:00 Wita hanya bisa pasrah.

“Saya hanya bisa bersyukur karena selamat dan hanya bisa pasrah.Tugboat hampir membunh saya. Kapal tiba-tiba menghantam rumah saya. Suara keras menghantam dinding rumah hingga hancur. Moncong tugboat di hadapan muka., Kami pun terbangun,” ceritanya.

Mansur menceritakan, saat terbangun, dirinya tidak bisa berbuat apa karena moncong tugboat sudah berada di hadapan. “Tugboat sempat saya tahan. Tapi tubuh saya ikut terseret ke depan toko. Saya bersyukur karnea tidak terhimpit kapal dan bangunan rumah,” ujarnya.

Baca: 8 Langkah Mengatasi Mimisan pada Anak dan Tanda-tanda Anak Harus Dibawa ke Dokter

Kapal tugboat yang menabrak rumah pemukiman warga dan dermaga pelabuhan Pasar Marabahan Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola, Rabu (23/10/19) pukul 05:00 Wita akhirnya dievakuasi dari rumah warga.

“Iya sebelum jam 10:00 Wita pagi kapal tugboat akhirnya dievakuasi dan ditarik dari rumah warga di pinggir Sungai Barito. Alhadulillah,” kata Camat Marabahan Eko Purnomo Sakti, Rabu (23/10/19) sore.

Menurut Eko, untuk bangunan rumah warga kerugiannya mencapai kurang lebih 60 juta karena ditabrak tugboat. Sementara untuk materi perkakas, perabot lainnya yang rusak akibat tumbukan kapal belum belum bisa diperkirakan.

“Ini warga masih menghitung lebih lanjut kerugian kerusakan bangunan,” katanya.

Sementara itu, warga di sekitar dermaga pelabuhan Pasar Marabahan Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola, Rabu (23/10/19) pukul 05:00 Wita geger.

Tanpa diketahui penyebabnya, tiba-tiba kapal tugboat yang biasa dipakai menarik tongkang batu bara menabrak sejumlah rumah pemukiman warga dan dermaga pelabuhan Pasar Marabahan.

Kontan warga yang sebagian masih tidur langsung terbangun karena mendengar dentuman keras yang menghantam rumah mereka.

Informasi yang terhimpun, sejumlah bangunan yang menjadi korban dari hantaman dari kapal tugboat tersebut yakni dermaga pos penjagaan pelabuhan rusak teras.

Dinding dan atap, bedakkan sewaan toko dan rumah atas nama Rustam efendy dengan kondisi bangunan rusak berat, penyewa toko atas Mansur (35) yang berjualan ponsel, penyewa toko atas nama Ananta Firdaus Anwar (43) yan berjualan sembako dan korban luka bagian jari tangan atas nama Khairiah (istri Mansur pemilik toko fauzan ponsel).

Kapolres Batola, AKBP Bagus Suseno, SIK MH melalui Kepala Satuan Polisi Air Polres Batola, Iptu Dading Kalbu Adie, menjelaskan kejadian kapal tugboat Irwina menabrak pemukiman warga dan Pelabuhan Pasar Marabahan ini saat mau masuk Sungai Negara kemudi kapal tiba-tiba tidak berfungsi.

Selanjutnya haluan kapal terus kekiri sehingga kapal tidak bisa dikendalikan dan menubruk rumah dan dermaga pelabuhan pasar.

“Untuk penyebab kecelakaan masih kami selidiki dan anggota masih mencari informasi di lapangan,” katanya, (Banjarmasinpost.co./edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved