Berita HSS

Mapala se-Indonesia Temu Wicara di Malutu HSS, Latihan Panjat Tebing dan Vertical Resceu

Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) se- Indonesia kembali melaksanakan agenda tahunan, yaitu Temu Wicara Kenal Medan (TWKM), kali ini yang XXXI.

Mapala se-Indonesia Temu Wicara di Malutu HSS, Latihan Panjat Tebing dan Vertical Resceu
Istimewa/Kominfo HSS
Sebagian peserta Temu Wicara Kenal Medan ke XXXI yang terdiri anggo Mapala se-Indonesia berfoto bersama di Desa Malutu, Kecamatan Padang Batung, Hulu Sungai Selatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) se- Indonesia kembali melaksanakan agenda tahunan, yaitu Temu Wicara Kenal Medan (TWKM), kali ini yang XXXI.

Salah satu agenda kegiatannya ada di Desa Malutu, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Penyambutan peserta dilakukan Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad, Selasa 22 Oktober 2016 kemarin. ‎

Sebelumnya dari panitia pelaksana menjelaskan (TWKM) XXXI ini dilaksanakan satu tahun sekali dan pada 2019 ini diselenggarakan Mapala Meratus Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin dan juga gabungan Mapala se Kalimantan Selatan.

Adapun pesertanya, 360 orang, terdiri 130 Mapala se Indonesia yang dibagi menjadi beberapa divisi.

Baca: Jaga Sungai Tabalong dari Ilegal Fishing, Warga Desa Hapalah Dirikan Pengawas Malam Hari

TWKM kali ini difokuskan di Kiram Park Kabupaten Banjar. Untuk divisi Hutan Gunung mereka mengikuti kegiatan di puncak Halau Halau, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, yang merupakan puncak tertinggi di Kalsel dengan ketinggian 1901 MDPL. Ada pula susur Gua di Desa Nateh Kecamatan Batangalai Timur HST.

Sedangkan di HSS, panjat tebing di Desa Batu Laki, Kabupaten HSS, dan divisi Lingkungan Hidup di Pulau Curiak Kabupaten Batola.

Dilaporkan, ‎peserta dari HSS yang mengikuti WKM berjumlah 35 orang. Berbagai kegiatan selama enam hari sejak 21 sampai 26 Oktober 2019 mendatang digelar di desa Malutu dan Batu laki. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di antaranya panjat tebing, vertical rescue bakti sosial.

Sedangkan salah satu divisi di HSS yaitu arung jeram, gagal dilaksanakan karena debit air sungai amandit belum menantang untuk diarungi riam-riamnya. Kondisi sungai saat ini masih surut dan berdasarkan perkiraan BMKG Banjarbaru, sekitar minggu kedua atau ketiga November mendatang, arung jeram baru bisa dilaksanakan.

Salah satu peserta dari Meratus Hijau HSS, Haris menyatakan kesempatan mengikuti kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi dia.

Baca: Gisella Anastasia Lihat Video Syur yang Mirip Eks Istri Gading Marten, Nonton Bareng Wijaya Saputra?

"Yang saya ikuti disini divisi Rock climbing. Kegiatan panjat tebingnya ditemani vertical Resceu yang datang langsung dari Bandung. Sedang untuk arung jeram di cancel karena air sungainya tidak mendukung,"kata Haris kepada banjarmasinpost.co.id.

Sementara, Wabup HSS pada kesempatan menyambut peserta menyatakan terimaksih karena HSS dijadikan tempat kegiatan TWKM ke XXXI tepatnya di Gunung Batu Laki di Desa Malutu dan Desa Batu Laki. Syamsuri pun menyampaikan sekilas profil kabupaten HSS terutama terkait gunung Batu Laki tempat kegiatan tersebut.

Dia ‎berharap kehadiran mahasiswa pecinta alam menghasilkan rekomendasi untuk Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Daerah bahwa Batu Laki dan Batu Bini harus dijaga.‎ (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved