Berita Banjarmasin

Masa Orientasi Kedewanan Diundur, Dibagi Dua Kloter

Berdekatan dengan jadwal Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih serta pengumuman nama-nama Menteri Kabinet Indonesia Maju

Masa Orientasi Kedewanan Diundur, Dibagi Dua Kloter
banjarmasinpost.co.id/acm
Kabag Persidangan Sekretariat DPRD Kalsel, M Zaini 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berdekatan dengan jadwal Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih serta pengumuman nama-nama Menteri Kabinet Indonesia Maju, jadwal orientasi kedewanan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) diundur.

Tadinya, orientasi kedewanan untuk 55 Anggota DPRD Provinsi Kalsel yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dijadwalkan pada 21-25 Oktober 2019 dan pada 25-29 Oktober 2019

Namun dijelaskan Kepala Bagian (Kabag) Persidangan Sekretariat DPRD Provinsi Kalsel, M Zaini, sesuai surat pemberitahuan BPSDM Kemendagri, pelaksanaan orientasi diundur dan dijadwalkan ulang pada 27-30 Oktober 2019 dan 30 Oktober hingga 2 Nopember 2019.

Baca: Penampakan Citra Kirana Pakai Gaun Pengantin, Pernikahan dengan Rezky Aditya Kian Dekat?

Baca: Babak Baru Kasus Ikan Asin, Psikis Rey Utami & Pablo Diungkap Pengacara Pengganti Farhat Abbas

Baca: Video Syur Mirip Gisella Anastasia Beredar & Viral, Mantan Gading Marten Bawa-bawa Nama Wijin

55 Anggota Dewan Kalsel akan dibagi dua kelompok keberangkatan yaitu Komisi I, II dan Komisi III sebanyak 45 orang pada 27-30 Oktober 2019 dan sisanya Komisi IV sebanyak 15 orang ikuti orientasi pada 30 Oktober hingga 2 Nopember 2019.

"Ini memang seluruh Indonesia dijadwalkan ulang bukan cuma Provinsi Kalsel," kata M Zaini.

Menurut Ketua DPRD Provinsi Kalsel, H Supian HK, penjadwalan ulang orientasi tidak akan berpengaruh banyak pada kinerja DPRD Provinsi Kalsel.

Ada beberapa materi wajib yang akan diberikan kepada para Anggota Dewan, termasuk diantaranya pengetahuan Pancasila, Undang-Undang hingga fungsi dan tugas kedewanan.

Selain itu, ada juga materi terkait peningkatan wawasan hingga komunikasi interaktif.

Dimasukkannya materi komunikasi interaktif dalam orientasi sesuai dengan filosofi Dewan Perwakilan Rakyat atau Parlemen yang jika disederhanakan berarti bicara.

Karena itu, dengan materi tersebut diharapkan para Anggota Dewan bisa secara aktif menjadi pembicaraan menyuarakan aspirasi dan pendapatnya dengan baik sebagai Wakil Rakyat.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved