Berita Banjarmasin

NEWSVIDEO : 7 Juta Batang Rokok Ilegal dan Barang Milik Negara Senilai Rp 2,8 Miliar Dimusnahkan

Kanwil Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Selatan dan KPPBC TMP B Banjamasin menggelar pemusnahan barang milik negara hasil penindakan Rabu (23/10/2019).

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kanwil Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Selatan dan KPPBC TMP B Banjamasin menggelar pemusnahan barang milik negara hasil penindakan, Rabu (23/10/2019).

Merupakan hasil penindakan selama tahun 2018 lalu, tak tanggung-tanggung total perkiraan kerugian negara yang ditimbulkan pada barang yang dimusnahkan tersebut mencapai Rp 2.808.030.900.

Pantauan Banjarmasinpost.co.id, adapun barang milik negara hasil penindakan tersebut meliputi 7.196.340 batang rokok ilegal, 28.146 ml HPTL atau biasa disebut liquid vape, serta 47 paket barang kiriman pos luar negeri ilegal.

Sedangkan yang tak kalah mencuri perhatian dari sejumlah barang kiriman pos luar negeri ilegal hasil sitaan dan dihadirkan pada press releases tersebut, diantaranya juga sex toys, obat kuat dan lain sebagainya.

Kepala Kantor Bea Cukai Banjarmasin, Firman Sane Hanafiah, mengatakan Pemusnahan eks tegahan Barang
Kena Cukai dan kiriman pos sendiri adalah sebagian dari keseluruhan hasil tegahan maupun penindakan selama tahun 2018 sebagai tindak lanjut setelah keluarnya status penetapan barang menjadi Barang Milik Negara untuk tujuan dimusnahkan.

Baca: Video Mesum Mirip Gisella Anastasia Beredar & Viral, Mantan Gading Marten Bawa-bawa Nama Wijin

Baca: Ratusan Iklan Tepi Jalan di Tanahlaut Tak Berizin Dirobohkan Satpol PP dan Damkar

Baca: 28 Liter Liquid Vape dan Sex Toys Kiriman Luar Negeri Disita dan Dimusnahkan Bea Cukai Kalsel

Peredaran Barang Kena Cukai tersebut telah melanggar Pasal 29 ayat (1) Undang Undang Nomor 11 Tahun 1995 Jo. Undang Undang Nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai, bahwa Barang Kena Cukai hanya boleh ditawarkan, diserahkan, dijual atau disediakan untuk dijual, setelah dikemas dan dilekati pita cukai yang diwajibkan.

Sedangkan pelakunya dapat dikenai sanksi pidana sesuai ketentuan Pasal 54 Undang Undang Nomor 11 Tahun 1995 Jo. Undang Undang Nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai yakni pidana penjara paling sedikit 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan atau pidana denda paling sedikit 2 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

" Barang Kena Cukai ilegal ini didistribusikan oleh pemiliknya melalui ekspedisi kiriman laut dengan menyamarkan nama dan alamat penerima barang (nama dan alamat fiktif) dan juga jenis barang, sehingga pada saat dilakukan penindakan sulit untuk dilacak penerima barang yang sesungguhnya, " jelasnya.

Namun ada juga para pelaku bisnis illegal ini yang berupaya menyelundupkan melalui paket kiriman udara. Pemusnahan ini adalah hasil penindakan periode 2018 (Kanwil Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Selatan) serta antara bulan September 2018 sampai dengan Januari 2019 (KPPBC TMP B Banjarmasin) oleh seksi Penindakan dan Penyidikan, dan berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan bahwa Barang Kena Cukai ilegal tersebut tidak ditemukan pemiliknya sehingga ditetapkan menjadi Barang Milik Negara.

Baca: Kebenaran Video Panas Gisella Anastasia yang Viral Disebut, Mbah Mijan Dukung Eks Gading Marten

Baca: Kisah Unik Foto Pernikahan Ahok BTP & Puput Nastiti Devi, Sifat Asli Eks Veronica Tan Pun Diungkap

Disamping itu Bea Cukai di Kantor Pos Lalu Bea Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru juga melakukan penindakan terhadap beberapa paket kiriman pos luar negeri yang tidak dilengkapi rekomendasi dan atau surat persetujuan impor dari instansi terkait.

" Beberapa kiriman pos luar negeri juga ditemukan terdapat barang yang dilarang impornya. Terhadap paket kiriman pos yang terkena ketentuan larangan dan pembatasan dilakukan penindakan oleh pejabat bea dan Cukai," tutupnya.(banjarmasinpost.co.id/ahmad riski abdul gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved