Tajuk

Gebrakan Orang Muda

Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan 38 posisi menteri di kabinet Indonesia Maju pada hari Rabu (23/10/2019). Menariknya...

Gebrakan Orang Muda
KOLASE TRIBUNNEWS / IRWAN RISMAWAN
KLOP! Inilah 34 Nama Menteri Kabinet Baru Jilid 2, Jokowi: Mahfud MD Menko Polhukam & Prabowo Menhan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan 38 posisi menteri di kabinet Indonesia Maju pada hari Rabu (23/10/2019). Menariknya, 21 orang adalah wajah baru di kabinet ini yang sebelumnya tidak ada di susunan kabinet kerja periode 2014-2019. Artinya, 55,26 persen dari susunan kabinet Indonesia maju diisi wajah baru.

Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo adalah dua nama yang sempat jadi sorotan utama karena secara historis berasal dari Partai Gerindra, yang sempat berseberangan dengan Partai Koalisi Indonesia Kerja yang mengusung Jokowi pada Pilpres 2019 lalu. Apalagi Prabowo adalah tokoh yang berhadapan langsung dengan Jokowi dalam memperebutkan kursi RI 1.

Namun, sebagai mana pernah dikatakan Filsuf Yunani Aristoteles, pada dasarnya manusia adalah makhluk yang berpolitik (zoon politicon), maka ada kebebasan untuk menetukan pilihan, memilih kelompok, menentukan dukungan tentu bebas pula dalam menentukan pilihan.

Maka, menjadi hal yang lumrah ketika Prabowo setelah usai Pilpres 2019, memilih bergabung ke gerbong kabinet Jokowi-Maruf Amin, meskipun tentu saja tidak bisa lepas dari kontroversi yang mengiringinya maupun ketidaksepahaman pendukungnya yang sudah ‘total football’ pada Pilpres lalu. Makanya, analogi tiada teman sejati tidak ada musuh abadi di politik pun seakan menjadi pembenaran yang sulit untuk dibantah.

Sebenarnya, menarik untuk menyimak sepak terjang para pembantu Presiden Jokowi dalam kiprahnya hingga 5 tahun ke depan. Terutama wajah-wajah baru sebanyak 21 orang itu. Apakah pilihan Presiden Jokowi sudah tepat atau salah sama sekali, bakal tergambar pada kinerja mereka dan hasil yang dicapai.

Nama-nama seperti CEO Gojek Nadiem Makarim (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), konglomerat Erick Thohir (Menteri BUMN), Wisnhutama (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), mantan Ketua HIPMI Bahlil Lahadalia (Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal) memang mentereng saat tidak berada dalam kabinet. Namun, apakah mereka bisa melakukan terobosan memangkas birokrasi di pemerintahan yang selama ini jadi kendala laten dalam pengembangan baik sumber daya manusia hingga perkembangan perekonomian.

Tanpa mengecilkan arti dan peran kementerian atau menteri lain, namun posisi menteri yang dijabat empat tokoh muda itu menjadi sangat vital dalam visi dan misi Jokowi hingga lima tahun ke depan. Seperti diketahui, dalam pidatonya saat pelantikan sebagai presiden periode 2019-2024, Jokowi menegaskan roadmapnya ingin menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Artinya, Presiden Jokowi telah membulatkan tekat untuk menggenjot perekonomian Indonesia di periode kedua masa jabatannya, dilanjut kelak oleh penggantinya.

Hal itu tidak dapat terwujud jika sumber daya manusia tidak memadai dan harus disiapkan sejak dini. Jika pendidikan Indonesia masih berkutat pada kontroversi seputar pola pendidikan yang tepat, alamat pembangunan manusia bakal berjalan lambat. Begitu pula perekonomian yang ditopang oleh modal-modal swasta, pariwisata, ekonomi kreatif, serta penguatan BUMN merupakan landasan ekonomi yang tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, kita tunggu gebrakan para pemuda ini. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved