Berita Banjarmasin

Mahasiswi Amerika Serikat Ini Kagum dengan Kepedulian Amelia Terhadap Bekantan di Pulau Curiak

Lissi, mahasiswi jurusan lingkungan dari Minnesota - Amerika Serikat, sengaja berkunjung ke Kalimantan Selatan hanya ingin melihat bekantan

Mahasiswi Amerika Serikat Ini Kagum dengan Kepedulian Amelia Terhadap Bekantan di Pulau Curiak
SBI untuk BanjarmasinPost.co.id
Lissi, Mahasiswi Minnesota, USA Ingin Lihat Bekantan Pulau Curiak. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Lissi, mahasiswi jurusan lingkungan dari Minnesota - Amerika Serikat, sengaja berkunjung ke Kalimantan Selatan hanya ingin melihat bekantan ( Nasalis larvatus ) di Stasiun Riset Bekantan dan Ekosistem Lahan Basah - Pulau Curiak - Kabupaten Barito Kuala.

"Saya merasa sangat senang bisa melihat bekantan di habitat alaminya dan bahwa masih ada orang-orang yang perduli dengan alam, dan menjaga species unik seperti Bekantan dari kepunahan melalui restorasi habitat seperti yang dilakukan Amalia Rezeki bersama timnya di Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia ( SBI)," jelas Lissi, Kamis (24/10/2019).

Lebih lanjut Lissi menyampaikan kekagumannya dengan upaya yang dilakukan oleh Amalia dalam membangun dan mengembangkan stasiun riset bekantan serta lahan basah ini. Harapannya banyak mahasiswa yang tertarik untuk melakukan penelitian disini.

Baca: Gisell Takut Sosok Tercinta Ini Melihat Video Mesum Mirip Dirinya, Bukan Gading Marten atau Wijin

Baca: Dipaksa Berhubungan Badan Tak Mau, Paman di Kalteng Habisi Ponakan, Ika Sempat Meronta Minta Tolong

Baca: Nunung Tiba-tiba Lemas Lalu Dibopong Suami dan Anaknya, Penyakit Panik Serang Teman Sule

Seharian waktu Lissi di stasiun riset bekantan hanya ia gunakan untuk mengamati prilaku bekantan dialam liar. Dengan menggunakan perahu dan dipandu olah Zainal dari SBI, ia mengelilingi pulau Curiak.

Sebelumnya Lissi juga berkunjung ke Bekantan Rescue Center di Banjarmasin, dan diterima langsung oleh Amalia Rezeki ketua SBI. Mendengar cerita dari Amalia mengenai latar belakang setiap bekantan yang direscue, membuat lissi terharu.

"Bekantan di Kalimantan ternyata mengalami ancaman serupa dengan orangutan. Saya sedih, tapi sekaligus saya salut dengan Amalia dan teman SBI lainnya, saya ingin nanti kembali lagi kesini bergabung sebagai relawan atau mahasiswa summercourse untuk mengenal lebih dekat tentang bekantan. Saya yakin kita pasti masih ada harapan," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved