Berita Kabupaten Banjar

Meski Mulai Hujan Namun Karhutla Masih Mengintai Kabupaten Banjar, Guru Khalil Beri Pesan Ini

Meski sejak dua pekan terakhir hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalael), namun kebakaran lahan dan hutan (karhutla)

Meski Mulai Hujan Namun Karhutla Masih Mengintai Kabupaten Banjar, Guru Khalil Beri Pesan Ini
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Prof Acep Akbar memaparkan secara detail penyebab, pemicu, dan cara mengatasi karhutla. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Meski sejak dua pekan terakhir hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalael), namun kebakaran lahan dan hutan (karhutla) masih terua mengintai.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjar menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Pencemaran dan Keruaakan Lingkungan, Kamis (24/10/2019).

Bertempat di hotel berbintang di sekitar bundaran Banjarbaru, rakor tersebut dihadiri pejabat instansi terkait, TNI/Polri, komunitas lingkungan, dan lainnya.

Bupati Banjar H Khalilurrahman menegaskan walau kabut asap memang kian telah berlalu dan musim penghujan telah dimulai. Namun ia meminta semua pihak tetap bersiaga unttk mengendalikan karhutla.

Baca: VIRAL Prabowo Jadi Menhan Ternyata Sudah Diramal Santri Ini, Ada Ahok & Mega, Lihat Video Kocaknya

Baca: LIVE TVRI! Live Streaming French Open 2019, Marcus/Kevin & Ahsan/Hendra Main, Cek Link YouTube BWF

Baca: Jelang MotoGP Australia, Valentino Rossi Bakal Cetak Rekor Dua Kali Melebihi Rekor Lorenzo

"Dengan sinergi lintas sektor, kita harus berupaya untuk memberikan solusi bagi daerah secara komprehensif," sebut Bupati dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Ekobang I Gusti Nyoman Yudiana.

Ia mengatkan kebakaran hutan dan lahan dapat dikategorikan dalam tiga tipe atau bentuk. Pertama, kebakaran lahan pascapanen. Kedua, turunnya tinggi muka air di lahan gambut yg menyebabkan lahan gambut rentan terbakar.

Ketiga, kegiatan membuka lahan untuk perkebunan di lahan masyarakat. "Tiga hal tersebut tentu harus disikapi dengan pennyelesaian yang berbeda sesuai karakter masalah yang dihadapi," tandasnya.

Rakor tersebut membahas banyak hal dan pemaparan komprehensif oleh Profesor Acep Akbar dari Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved