Ekonomi dan Bisnis

REI Kalsel Bersama Perbankan Sosialisasikan Skema BP2BT, Targetkan Realisasi 1.000 Unit se Kalsel

DPD REI Kalsel fokus mensosialisasikan alternatif skema KPR subsidi lainnya, yakni Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

banjarmasinpost.co.id/mariana
Sosialisasi BP2BT bertajuk Badapatan Keluarga REI Kalsel BP2BT Solusi Keterbatasan Kuota FLPP, Kamis (24/10/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Terbatasnya kuota KPR subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), mendorong DPD REI Kalsel fokus mensosialisasikan alternatif skema KPR subsidi lainnya, yakni Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Pada skema BP2BT, terdapat sejumlah persyaratan yang dinilai memberatkan calon debitur, di antaranya rekening tabungan yang harus sudah berjalan enam bulan, angsuran menggunakan suku bunga pasar serta menggunakan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dari Pemerintah Daerah (Pemda).

"Namun saat ini sudah dilakukan relaksasi yakni DP dari 5 persen turun menjadi 1 persen, rekening tabungan dari 6 bulan menjadi 3 bulan, dan SLF diganti konsultan sehingga tidak lagi ke Pemda," jelas Ketua DPD REI Kalsel, Royzani Sjachril di sela acara sosialisasi BP2BT bertajuk Badapatan Keluarga REI Kalsel BP2BT Solusi Keterbatasan Kuota FLPP, Kamis (24/10/2019).

Baca: Transaksi Non Tunai Tumbuh 10,5 Persen, Bank Indonesia Efisienkan Platform Cashless dengan QRIS

Bertempat di Hotel Rattan In Banjarmasin, acara sosialisasi ini dihadiri seluruh pengembang anggota DPD REI Kalsel.

Adanya relaksasi tersebut, Royzani mengharapkan target 1.000 unit KPR subsidi se Kalsel yang menggunakan skema BP2BT dapat tercapai. Keputusan relaksasi itu maish menunggu konfirmasi Kemenkumham.

"Kami harap adanya relaksasi rekan-rekan pengembang bisa lebih semangat memasarkan, untuk masyarakat Banua diharapkan memanfaatkan kesempatan ini sebelum harga KPR tahun depan naik dan kuota FLPP belum tentu ada lagi," imbuhnya.

Sosialisasi BP2BT bertajuk Badapatan Keluarga REI Kalsel BP2BT Solusi Keterbatasan Kuota FLPP, di Banjarmasin, Kamis (24/10/2019)
Sosialisasi BP2BT bertajuk Badapatan Keluarga REI Kalsel BP2BT Solusi Keterbatasan Kuota FLPP, di Banjarmasin, Kamis (24/10/2019) (banjarmasinpost.co.id/mariana)

Dalam kesempatan itu, turut hadir pula pihak perbankan yakni BTN, BTN Syariah, BRI, dan BNI. Branch Manager BTN, Cahya Pribadi Putra menuturkan, skema BP2BT sebagai alternatif rumah bersubsidi yang mana kuota FLPP di 2019 ini sudah habis.

"Kami siap verifikasi berkas relaksasi ini, sehingga saat surat edaran dari Kemenkumham sudah ada bisa langsung direalisasikan," ujarnya.

Baca: Lebih Mudah Dan Cepat, Puluhan Warga Sudah Bayar PBB Banjarbaru Lewat Go Pay

Lebih lanjut dilatakannya, persyaratan calon debitur untuk skema BP2BT menyasar masyarakat berpenghasilan rendah maksimal Rp 4-6 juta.

Sementara itu, Owner PT Fitria Sarbini Mitra Mandiri, Ahyat Sarbini yang juga Pengurus REI Kalsel mengatakan, pihaknya optimistis BP2BT bisa menjadi solusi alternatif selain FLPP.

"Meskipun sisa 1,5 bulan di akhir 2019 ini, BP2BT tetap dipasarkan. Yang menjadi masalah adalah masyarakat merasa nyaman dan terbantu adanya skema angsuran flat hingga lunas pada FLPP sehingga mereka pun masih berharap pada skema subsidi ini," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved