Kriminalitas HSU

Rekonstruksi Sopir Habisi Sopir Digelar di Halaman Polres HSU, Pelaku Djerat Pembunuhan Berencana

Dipimpin Kasatreskrim Iptu Kamarudin, reka ulang dilaksanakan di halaman Mapolres HSU, dengan dihadiri pihak kejaksaan dan penasihat hukum tersangka.

Penulis: Dony Usman | Editor: Elpianur Achmad
banjarmasinpost.co.id/dony usman
Pelaku Ramayannor alias Rama peragakan aksi saat menyerang korban dalam rekonstruksi kasus pembunuhan di Polres HSU. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Kasus pembunuhan di samping Terminal Banua Lima, Kecamatan Amuntai Tengah, HSU, dengan tersangka Ramayannor alias Rama (38), direkonstruksikan, Kamis (24/10/2019).

Dipimpin Kasatreskrim Iptu Kamarudin, reka ulang dilaksanakan di halaman Mapolres HSU, dengan dihadiri pihak kejaksaan dan penasihat hukum dari tersangka.

Rekonstruksi kasus sopir habisi sopir yang terjadi Rabu (9/10/2019) ini sengaja dilaksanakan di halaman polres karena mengingat sisi keamanan apabila dilaksanakan di lokasi kejadian.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, proses reka ulang ini nampak menjadi perhatian warga yang kebetulan sedang ada urusan di Polres HSU.

Baca: Viral Video Syur, Tingkat Kemiripan Gisella Anastasia & Wanita Pemerannya Disebut Eks Gading Marten

Baca: Perpisahan Irish Bella & Ammar Zoni dalam Bintangi Sinetron Ditolak Eks Ranty Maria, Ini Alasannya

Baca: Nasib Sial Babang Tamvan Andika Mahesa Eks Kangen Band Saat Jadi Gelandangan Tiru Baim Wong

Sementara tersangka nampak dengan lancar memperagakan adegan demi adegan dari rangkaian rekonstruksi yang harus dijalani.

Dari 17 adegan yang langsung diperagakan tersangka, diketahui tersangka lebih dahulu ikut minum-minuman beralkohol bersama beberapa orang di terminal Banua Lima.

Tak lama setelah itu datang korban Rahmadinoor dengan menggunakan mobil truk dan diparkirkan sekitar 10 meter dari tempat tersangka duduk.

Saat itu keduanya saling bertemu dan malahan korban sempat ikut meminum-minuman beralkohol bersama tersangka.

Selesai minum, korban kemudian menuju ke meja catur di samping skanan warung samping terminal Benua Lima untuk bermain catur.

Saat main catur itulah, tersangka ada mendengar korban mengatakan sesuatu yang tidak enak tentang tersangka sehingga muncul keinginan membunuh korban.

Tersangka kemudian pulang mengambil pisau jenis sangkur yang ada di rumah dan datang lagi ke terminal untuk mencari korban.

Melihat korban masih bermain catur, tersangka langsung mendekati korban dan kemudian menyerangnya dari arah belakang dengan menyayat leher korban dari sebelah kanan sebanyak satu kali.

Korban kemudian sempat mau lari tapi kembali diserang dengan menusuk ke arah bagian tubuh belakang korban sebanyak 1 kali.

Baca: Kena Aksi Gembos Ban Petugas Dishub Banjarmasin, Begini Reaksi Driver Ojol

Baca: Ciri Tubuh Gisella Anastasia di Video Syur Menurut Pakar Telematika, Eks Gading Diminta ini

Akibat serangan itulah korban tewas dengan tergeletak di trotoar, sementara tersangka dan barang bukti langsung bisa diamankan petugas dari Polres HSU

Kapolres HSU AKBP Ahmad Arif Sopiyan, dalam konfrensi pers usai pelaksanaan rekonstruksi, menyampaikan, motif pelaku melakukan aksinya karena dilatarbelakangi dendam akibat isteri yang meninggalkannya kawin lagi dengan korban.

Untuk korban dan tersangka sendiri sudah saling kenal sejak lama karena sama-sama bekerja sebagai sopir truk.

Ditambahkan kapolres dalam kasus ini pelaku dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

"Unsur-unsurnya sudah jelas, saat bertemu korban di TKP kemudian kembali ke rumah mengambil pisau dan kembali lagi ke terminal, itu perencanaannya sudah masuk," tegasnya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved