Otomotif

Hapuskan Diskriminasi pada PPnBM, Pajak Mobil Sedan di Indonesia Bakal Lebih Murah

Harmonisasi skema Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor di Indonesia menghapuskan diskriminasi atas pengenaan pajak mobil berje

Hapuskan Diskriminasi pada PPnBM, Pajak Mobil Sedan di Indonesia Bakal Lebih Murah
Kompas.com/ Setyo Adi
Toyota GR Supra hadir di GIIAS 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Harmonisasi skema Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor di Indonesia menghapuskan diskriminasi atas pengenaan pajak mobil berjenis sedan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM, dasar pengenaan tarif PPnBM tidak lagi pada bentuk bodi kendaraan. Melainkan besaran emisi gas buang atau efisiensi bahan bakarnya.

Lebih detail, pada skema baru itu semua mobil penumpang berbahan bakar fosil yang kapasitas silindernya di bawah 3.000 cc, dikenakan PPnBM sebesar 15 persen, 20 persen, 25 persen, dan 40 persen berdasarkan keluaran CO2 dan konsumsi bahan bakar.

Baca: VIRAL Video Ibu Muda Goreng Kerupuk Gunakan Panas Matahari, Saya Kaget Kerupuk Bisa Merekah

Baca: Mau-Maunya Diludahi, Baim Wong, Sarwendah Hingga Raffi Ahmad Jadi Gembel Hingga Rafathar Menjerit

Baca: Jokowi Panggil Cewek Cantik Angela Herliani Anak Sulung Bos MNC, Ini Sumber Kekayaannya


Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.(KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES)

Lantas, apakah dengan begitu sedan akan kembali berjaya di Indonesia? Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy menyatakan hal tersebut sangat berpotensi.

"Dengan skema ini, ada potensi untuk pasar sedan bertumbuh. Namun tergantung infrastruktur dan kebiasaan konsumen di Indonesia juga," katanya saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Jika jalanan di Indonesia masih banyak berlubang dan sering banjir, penggunaan sedan untuk kendaraan harian kurang tepat. Meski, kenyamanan mobil jenis ini lebih baik.


Toyota Vios Limo(Stanly/Otomania)

Pada kesempatan terpisah, Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam menyebut bahwa skema PPnBM baru itu juga tak serta-merta meningkatkan ekspor sedan buatan Indonesia.

"Biasanya, untuk jadi export based country adalah mobil yang paling besar kontribusinya (penjualannya) di pasar domestik. Masalahnya, pasar domestik Indonesia untuk sedan juga kurang baik," ujar Bob.


Ilustrasi penjualan mobil. (ISTIMEWA)

Sebagai informasi, sedan adalah segmen kendaraan paling kecil di industri otomotif nasional. Berdasarkan data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) 2018, penjualan sedan hanya sebanyak 6.268 unit dari 1.1 juta unit, atau tidak sampai 1 persennya.

" Sedan dalam regulasi lamanya menjadi salah satu produk barang mewah sehingga pajak yang dikenakan lebih mahal. Namun melalui penyesuaian PPnBM ini diharapkan Indonesia bisa memproduksi lebih banyak sedan, menjual sedan, dan lebih jauh bisa meningkatkan ekspor," ujar Direktur Jendral Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Harjanto beberapa waktu lalu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Aturan PPnBM Baru, Sedan Bakal Laris di Indonesia?",

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved