Kabinet Jokowi Jilid II

Berdarah-darah di Pilpres 2019, Hanura Belum Ikhlas Tak Dapat Jatah Menteri di Kabinet Jokowi

Padahal, kader partainya sudah berdarah-darah memenangkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pemilihan Presiden 2019.

Berdarah-darah di Pilpres 2019, Hanura Belum Ikhlas Tak Dapat Jatah Menteri di Kabinet Jokowi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Maruf Amin mengenalkan kabinet Indonesia Maju di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Sejumlah Parpol koalisi pemerintah, pendukung Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019, tak mendapatkan jatah kursi menteri di Kabinet Indonesia Maju atau Kabinet Jilid II Jokowi-Maruf Amin.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura Bona Simanjuntak mengatakan, Hanura kecewa lantaran tidak ada kadernya yang ditunjuk sebagai menteri pada Kabinet Indonesia Maju.

Padahal, kader partainya sudah berdarah-darah memenangkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pemilihan Presiden 2019.

"Kalau istilah Pak Erick Thohir berkeringat, kami berdarah-darah (saat Pilpres)," ujar Bona dalam diskusi bertajuk 'Kabinet bikin kaget' di Kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (26/10/2019).

Baca: Ribuan Warga Pangandaran Bikin Susi Pudjiastuti Terharu, Ingin Liburan Pasca Tidak Jadi Menteri

Bona menambahkan, kader partainya sangat masif memenangkan Jokowi-Ma'ruf di akar rumput. Bahkan, ia menyebut, sampai-sampai Hanura kehilangan kursi di parlemen.

"Gerakan (kader Hanura) cukup masif saat Jokowi berkampanye. Tetapi dalam perjalanan kami memang harus berkorban sehingga tak ada lagi kursi di parlemen," ujar Bona.

Hal ini pula yang membuat kader Hanura belum ikhlas melihat tidak adanya kader Hanura yang masuk ke dalam Kabinet Indonesia Maju.

Namun Bona mengaku, partainya masih melihat ke depan, apakah ada kader Hanura yang akan diberikan jabatan atau tidak.

"Kalau ikhlas, kader belum. Kami masih menunggu ke depan, masih terus bergulir," ujar dia.

Baca: DAFTAR Menteri Kabinet Jokowi Maruf Amin yang Termiskin, Saldonya Hartanya di Angka Rp 84 Juta

Bona sekaligus menegaskan bahwa meskipun tak mendapatkan kursi menteri, Hanura tak akan berubah menjadi oposisi.

"Kalau oposisi kami tidak, kami dukung dari awal," lanjut dia. 

Penulis Haryanti Puspa Sari/Kompas

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Klaim Berdarah-darah di Pilpres, Hanura Kecewa Tak Dapat Kursi Menteri", 

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved