Kabinet Jokowi Jilid II

Tak Dapat Jabatan Mendikbud, PP Muhammadiyah Bantah Kecewa dengan Susunan Kabinet Indonesia Maju

Secara organisasi, Fahmi menyebut, Muhammadiyah kecewa dengan susunan Kabinet Indonesia Maju. Kekecewaan itu lantaran jabatan Mendikbud biasanya diisi

Tak Dapat Jabatan Mendikbud, PP Muhammadiyah Bantah Kecewa dengan Susunan Kabinet Indonesia Maju
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO dan Instagram @nadiemmakarimofficial
Nadiem Makarim Jadi Menteri Pendidikan Kebudayaan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Sikap Wakil Ketua Majelis Tabliqh PP Muhammadiyah yang merasa kecewal jabatan Menteri Pendidikan bukan dari kalangan Muhammadiyah, dianggap tidak mewakili sikap resmi organisasi itu.

Dilansir dari Kompas.com, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dadang Kahmad menegaskan, organisasinya menghormati susunan Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 yang dibentuk Presiden Joko Widodo.

Bahkan, Muhammadiyah berterima kasih kepada Presiden karena masih memercayakan salah satu kursi menteri kepada kadernya.

"Muhammadiyah bahkan berterima kasih karena Prof Muhadjir Effendy diberi amanat dan diangkat Presiden sebagai Menko PMK," kata Dadang dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/10/2019).

Dadang juga menegaskan, pernyataan-pernyataan di luar yang telah disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir terkait kabinet tidak mewakili sikap PP Muhammadiyah secara keseluruhan.

Baca: Berdarah-darah di Pilpres 2019, Hanura Belum Ikhlas Tak Dapat Jatah Menteri di Kabinet Jokowi

Ia pun mengimbau kader Muhammadiyah untuk tidak mengeluarkan pernyataan tentang susunan kabinet yang tidak sejalan dengan garis Muhammadiyah.

"Saya mengimbau agar para anggota/kader Muhammadiyah tidak mengeluarkan pernyataan-peryataan politik seputar kabinet atau masalah nasional lainnya yang tidak sejalan dengan kepribadian dan garis kebijakan PP Muhammadiyah," kata dia.

Dadang menekankan bahwa Muhammadiyah bukanlah organisasi politik.

Muhammadiyah akan tetap istiqomah sebagai gerakan kemasyarakatan yang menjalankan misi dakwah dan tajdid atau pembaruan untuk kemajuan umat, bangsa dan kemanusiaan.

Baca: DAFTAR Menteri Kabinet Jokowi Maruf Amin yang Termiskin, Saldonya Hartanya di Angka Rp 84 Juta

Misi ini, lanjut Dadang, sejalan dengan misi Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi dunia atau rahmatan lil-'alamin.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved