Berita Tapin

Kades Banua Halat Kiri Harapkan Kawasan Wisata Religi Baayun Maulid Dilebarkan, Ini Alasannya

Kades Banua Halat Kiri Farid Wajidi, berkeinginan kawasan kegiatan Baayun Maulid dilebarkan karena lokasi kegiatan tak lagi mampu menampung peserta

banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Dua warga mendaftarkan warganya sebagai peserta Baayun Maulid di sekretariat panitia pelaksana di samping Masjid Al Mukarramah, Desa Banua Halat Kiri, Kecamatan Tapin Utara, Minggu (27/10/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kawasan wisata religi Baayun Maulid tak lagi mampu menampung antusias peserta yang mencapai empat ribu lebih setiap digelar peringatan kelahiran Nabi Muhammad Saw, 12 Rabiul Awal, setiap tahunnya.

Mewakili tujuh kepala desa yang menjadi penasihat kegiatan Baayun Maulid, Farid Wajidi, Kepala Desa Banua Halat Kiri, berkeinginan pelebaran kawasan kegiatan Baayun Maulid perlu mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Tapin dan Pemerintah Provinsi Kalsel.

Penyebabnya setiap pelaksanaan kegiatan pada12 Rabiulawal, peserta Baayun Maulid mencapai ribuan orang. Pihak pelaksana kegiatan terpaksa menutup akses jalan umum untuk digunakan sebagai lokasi kegiatan menempatkan ayunan.

"Kalau beberapa rumah yang berdekatan dengan masjid ini dibebaskan, kawasan pelaksanaan maulid dan baayun maulid tidak lagi menutup akses jalan umum," katanya.

Baca: Pasukan Khusus AS Dikabarkan Bunuh Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi dan 2 Istrinya

Baca: Gisella Anastasia Perlihatkan Pria Lain yang Dikagumi Gempita Bukan Gading Marten, Wijaya Saputra?

Baca: LINK Live Streaming TV Online Bali United vs Barito Putera Liga 1 2019, Siaran Langsung Indosiar

Baca: Cegah Korban Lakalantas Anak di Bawah Umur, 3 Unit Bus Gratis Layani Pelajar di HSS

Kegiatan Baayun Maulid akan dilaksanakan pada 9 November ini. Peserta yang mendaftar di meja panitia pelaksana hingga hari ini sudah mencapai 1200 peserta.

"Itu belum peserta yang mendaftar secara online. Saya saja dititipi pendaftaran oleh keluarga yang punya nazar ingin mengikuti kegiatan Baayun Maulid," ujar Farid Wajidi.

Pantauan reporter Banjarmasinpost.co.id, Minggu (27/10/2019) di meja pendaftaran Baayun Maulid, panitia tampak sibuk mendata nama peserta yang ingin mengikuti prosesi Baayun Maulid.

Tidak ada catatan kapan kegiatan Baayun Maulid, jumlah peserta Baayun Maulid yang tercatat mencapai ratusan pada pelaksana 1997 silam.

Pencapaian peserta hingga mencapai 5000 lebih pada pelaksanaan Baayun Maulid pada 2013 dan 2015.

Jumlah peserta Baayun Maulid mencapai lima ribu lebih itu mendapat anggaran rekor Muri. Tahun berikutnya
Setelah itu peserta turun menjadi 4000 lebih hingga pada 2018 lalu.

Turunnya peserta Baayun Maulid itu diduga karena kawasan acara tak mendekati masjid Al Mukarramah yang menjadi sentral kegiatan peringatan Maulid.

Dugaan lainnya, beberapa masjid di daerah tempat warga Banua Halat merantau digelar acara serupa. Kondisi itu pernah ditemui reporter Banjarmasinpost.co.id saat bertugas di Kabupaten Tanahlaut.

Baca: Bayi Kartika Putri dan Habib Usman Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah 2 Minggu Dilahirkan

Baca: Gadis Muda Vietnam yang Tewas Dalam Kontainer Setor Rp 540 Juta ke Penyelundup, Total Ada 39 Jenazah

Baca: Gadis Muda Vietnam yang Tewas Dalam Kontainer Setor Rp 540 Juta ke Penyelundup, Total Ada 39 Jenazah

Warga Desa Banua Halat yang merantau di Kabupaten Tanahlaut, tepatnya di Desa Panjaratan, Kecamatan Pelaihari melaksanakan tradisi Baayun Maulid di masjid setempat.

Alasan mereka, nenek moyang di Kabupaten Tapin melaksanakan tradisi Baayun Maulid di Desa Banua Halat sehingga dilanjutkan di Desa Panjaratan karena keterbatasan biaya dan ongkos jika melaksanakan tradisi Baayun Maulid di Kabupaten Tapin. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved