Berita tapin

Sebagian Pagar Pengamannya Lenyap, Jembatan Gantung di Desa Lumburaya Rantau Bahayakan Warga

Keberadaan jembatan gantung yang membelah sungai Tapindi Desa Lumburaya Rantau kondisinya sangat memprihatinkan.

Sebagian Pagar Pengamannya Lenyap, Jembatan Gantung di Desa Lumburaya Rantau Bahayakan Warga
mukhtar wahid
inilah penampakan jembatan gantung akses alternatif warga Desa Limburaya, Kecamatan Tapin Utara menuju Desa Banua Halat Kiri yang kondisinya memprihatinkan dan membahayakan, Minggu (27/10/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Keberadaan jembatan gantung yang membelah sungai Tapindi Desa Lumburaya Rantau kondisinya sangat memprihatinkan. Itu karena pagar pembatas jembatan kiri dan kanan sebagian lenyap.

Kondisi lebar badan jembatan juga kecil hanya cukup satu sepeda motor yang melintas. Pengguna jembatan harus bergantian jika ingin menyeberangi sungai Tapin.

Kepadatan jembatan itu, terjadi saat pagi hari, karena sejumlah pelajar berangkat sekolah akses terdekat agar tidak telat masuk.

Kemudian, siang hari saat pelajar pulang dari sekolah mereka.

Jelang peringatan maulid dan kegiatan Baayun Maulid di Desa Banua Halat Kiri, jembatan itu dinilai warga sangat vital sebagai alternatif akses warga.

Baca: Ditinggal Suami Beli Obat, Istri Ditemukan Tewas dengan Pisau Menancap di Perut, Begini Kronologinya

Baca: Identitas Perempuan yang Tewas dengan Uang Sekarung Belum Terungkap, Ini Kata Polisi

Baca: Tangis Ibu Putri Amalia Zahraman Saat PA Buat Pengakuan Soal Prostitusi Online Oleh Polda Jatim

Baca: Hasil Bali United vs Barito Putera di Liga 1 2019 : Dua Penalti, Skor 2-1 di Babak Pertama

Meski belum ada yang terjatuh masuk ke dalam Sungai Tapin yang dangkal karena kemarau, warga berharap perbaikan atau ada rambu peringatan berhati-hati.

Jembatan gantung itu merupakan akses alternatif warga Desa Lumburaya Kecamatan Tapin Utara jika ingin menuju acara kegiatan Baayun Maulid di Desa Banua Halat Kiri.

Sebaliknya warga Kelurahan Rantau Kanan, Kecamatan Tapin Utara dari Desa Lumburaya jika ingin cepat juga melintas di jembatan gantung tersebut.

Kepala Desa Lumburaya, Ahmad Fahyuzi mengatakan keberadaan jembatan gantung itu dibangun sekitar 2013 lalu.

Hingga kini, memang belum ada perbaikan pagar sisi jembatan yang lenyap setelah beberapa tahun dibangunkan Pemerintah Kabupaten Tapin.

Halaman
12
Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved