Breaking News:

Berita Jakarta

Waspada DBD! Kemenkes Sebut Cuaca Panas Meningkatkan Populasi Nyamuk dan Kulit Kering

Penyakit yang paling utama kemungkinan meningkat ialah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Shutterstock
Virus yang dibawa nyamuk bisa menyebabkan berbagai penyakit. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pada cuaca panas yang terjadi akhir-akhir ini, banyak hal yang harus diperhatikan terutama yang berkaitan dengan kesehatan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, dr Achmad Yurianto, bahwa ada dua hal yang harus warga perhatikan dari perubahan cuaca dan panas.

Pertama, pada kondisi tertentu seperti musim pancaroba saat ini, populasi nyamuk pada umumnya akan meningkat.

Pernyataan ini diakui Achmad dikatakan berdasarkan penelitian yang dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca: Baru Dipercaya Jokowi Pegang Mendikbud, Nadiem Makarim Mulai Manancapkan Kewenangannya di PTN

Baca: BH & CD Berserakan di Ranjang, Pegawai Honorer Dinas Pendidikan Digerebek dengan Pak Kabid di Hotel

Baca: KemenPAN-RB Tak Beri Jawaban, Pengumuman CPNS 2019 Molor, 5 Formasi Telah Dibuka Sejak Kamis

“Pada kondisi tertentu, kelembaban tertentu, atau saat perubahan musim atau pancaroba begini, kondisi nyamuk meningkat. Jika nyamuk meningkat, angka penyakit juga bisa meningkat,” kata Achmad di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jumat (25/10/2019).

Penyakit yang paling utama kemungkinan meningkat ialah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal kedua yang harus diperhatikan, risiko tubuh diserang oleh berbagai penyakit juga sangat mungkin terjadi.

Beberapa faktor risiko penyebab penyakit, disebutkan oleh Achmad, yaitu panasnya suhu yang dapat membuat seseorang mudah dehidrasi dan kulit kering. Panas yang disertai angin akan membawa debu yang lebih banyak pada cuaca panas.

"Bukan cuma panasnya yang jadi masalah, angin juga banyak, nah partikel debu akan dibawa ke mana-mana. Ini akan memicu alergi, iritasi, ISPA dan masih banyak lagi terutama penyakit pernafasan," tuturnya.

Diakui Achmad, cuaca panas yang terjadi saat ini telah menunjukkan peningkatan yang juga terjadi pada beberapa penyakit yang terpengaruh dari debu dan panas matahari yang terik.

Sementara untuk dehidrasi, jika seseorang mengalami kondisi tersebut, maka ada potensi untuk mengakibatkan penyakit lainnya.

Pada kondisi ringan, hal itu akan mengalami mudah lelah dan mengantuk. Hingga pada kondisi berat akan mengalami gangguan ginjal dan stroke.

"Kinerja ginjal jadi terganggu karena kurang air. Inilah yang jadi penyebab awal gagal ginjal. Juga pada stroke itu tidak tiba-tiba terjadi, itu terjadi karena mengalami dehidrasi, dehidrasi berat berpengaruh pada otak dan berpotensi mengalami stroke," ucap dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemenkes: 2 Hal Terkait Cuaca Panas yang Harus Diperhatikan",

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved