Berita Kesehatan

Cuaca Panas, Kenali Apa itu Heat Stroke dan Pencegahannya, Lambat Ditangani Nyawa Taruhannya

Beberapa hari terakhir ini, sejumlah wilayah di Indonesia sedang mengalami cuaca panas yang cukup ekstrem.

Cuaca Panas, Kenali Apa itu Heat Stroke dan Pencegahannya, Lambat Ditangani Nyawa Taruhannya
kompas.com/shutterstock
Ilustrasi cuaca panas 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Beberapa hari terakhir ini, sejumlah wilayah di Indonesia sedang mengalami cuaca panas yang cukup ekstrem.

Bahkan, suhu maksimumnya bisa mencapai 38,8 derajat Celsius.
Mereka yang beraktivitas di bawah sengatan matahari dalam waktu yang lama berpotensi besar terkena dehidrasi.

Jika kondisi ini dibiarkan, komplikasi bisa berkembang lebih parah menjadi heat stroke.

Apa itu heat stroke? Heat stroke, yang juga dikenal dengan sengatan panas, adalah kondisi di mana tubuh mengalami peningkatan suhu secara drastis hingga mencapai 40 derajat Celcius, atau bahkan lebih.

Heat stroke biasanya terjadi saat seseorang merasa sangat kepanasan akibat paparan sengatan matahari di luar batas toleransi tubuh.

Baca: Wanita Cantik Ini Ditemukan Membusuk Bersama 38 Mayat di Kontainer, Tangis Pilu Keluarga Thi Nhung

Baca: FAKTA Siswi SMA Diperkosa, Dianiaya & Dibuang Pacarnya, dari Hamil hingga Kaget Pacarnya Masih Hidup

Baca: Kemarahan Syahrini Diungkap pada Ruben Onsu, Istri Reino Barack Bahas Ini ke Ayah Betrand Peto

Tubuh umumnya menghasilkan panas dari dalam, lalu akan mendinginkan diri dengan cara mengeluarkan keringat.

Namun, dalam kondisi tertentu, seperti panas yang ekstrem, kelembapan udara yang tinggi, atau beraktivitas di bawah terik matahari dalam waktu yang cukup lama, membuat tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk mendinginkan diri.

Jika seseorang mengalami dehidrasi dan tidak cukup mengeluarkan keringat untuk mendinginkan tubuh, suhu dalam tubuh akan meningkat drastis sehingga menyebabkan heat stroke atau sengatan panas.

Selain itu, olahraga atau aktivitas fisik yang berlebihan saat cuaca panas juga menjadi penyebab heat stroke.

Kendati demikian, kondisi ini hanya terjadi apabila kita tidak terbiasa dengan suhu yang tinggi.

Halaman
1234
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved