Berita Tapin

Kapolres Tapin Puas Kinerja Pengungkapan Operasi Antik 2019

Kepolisian Resor Tapin mengungkap peredaran gelap narkotika dan obat daftar G di wilayah daerah hukumnya selama operasi Antik 2019.

Kapolres Tapin Puas Kinerja Pengungkapan Operasi Antik 2019
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Kapolres Tapin AKBP Eko Hadi Prayitno menanyai pengedar sabu yang dibekuk di Kecamatan Lokpaikat di Aula Mapolres Tapin, Senin (28_10_2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kepolisian Resor Tapin mengungkap peredaran gelap narkotika dan obat daftar G di wilayah daerah hukumnya selama operasi Antik 2019.

Sebanyak 20 kasus dengan 27 pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka pengguna dan pengedar karena tertangkap tangan membawa narkotika jenis sabu.

Barang bukti yang berhasil disita polisi dari para tersangka itu, diantaranya narkotika jenis sabu seberat 24.56 gram dan obat daftar G sebanyak 2.310 butir.

Kapolres Tapin AKBP Eko Hadi Prayitno mengaku puas dengan kinerja anggotanya karena berhasil mengungkap lebih banyak kasus dari operasi Antik 2018 lalu.

Baca: Isu Tak Sedap Atta Halilintar dengan Pedangdut LA Menyeruak Saat Kasus Bebby Fey Belum Reda

Baca: Rahasia Rans Entertainment Raffi Ahmad & Nagita Slavina Bisa Hasilkan Rp Miliaran Dibongkar Denny

Baca: Ngaku Anak Bawang, Mulan Jameela Ditempatkan di Komisi VII, Eks Duet Maia Estianty Curigai Ini

Menurut Eko Hadi Prayitno, peredaran gelap narkotika dan obat terlarang selama operasi Antik 2019 hampir merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Tapin.

"Ada peningkatan dari tahun lalu, enam kasus, tersangka naik 10 orang dan barang bukti sabu juga naik, 3,28 gram," katanya kepada sejumlah wartawan, Senin (28/10/2019).

Meski Eko Hadi Prayitno merasa puas dengan kinerja pengungkapan kasus peredaran gelap narkotika dan obat terlarang, tak lantas membuat kendor penangkapan pengguna maupun pengedar narkoba yang tersisa.

Wilayah pintu gerbang diperbatasan akan menjadi atensi kegiatan pengawasan yang ditingkatkan untuk memerangi peredaran gelap narkotika dan obat terlarang.

Itu seperti wilayah Lokpaikat dan Bakarangan serta Kecamatan Piani yang berbatasan dengan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Kemudian, wilayah Kecamatan Binuang dan Salam Babaris yang berbatasan dengan Kabupaten Banjar.

Halaman
12
Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved