Berita Tapin

NEWSVIDEO : Polres Tapin Operasi Antik 2019, Sita 24.56 Gram Sabu dan 2.310 Butir Obat Daftar G

Kepolisian Resor Tapin mengungkap peredaran gelap narkotika dan obat daftar G di wilayah daerah hukumnya selama operasi Antik 2019.

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kepolisian Resor Tapin mengungkap peredaran gelap narkotika dan obat daftar G di wilayah daerah hukumnya selama operasi Antik 2019.

Sebanyak 20 kasus dengan 27 pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka pengguna dan pengedar karena tertangkap tangan membawa narkotika jenis sabu.

Barang bukti yang berhasil disita polisi dari para tersangka itu, diantaranya narkotika jenis sabu seberat 24.56 gram dan obat daftar G sebanyak 2.310 butir.

Kapolres Tapin AKBP Eko Hadi Prayitno mengaku puas dengan kinerja anggotanya karena berhasil mengungkap lebih banyak kasus dari operasi Antik 2018 lalu.

Menurut Eko Hadi Prayitno, peredaran gelap narkotika dan obat terlarang selama operasi Antik 2019 hampir merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Tapin.

Baca: Digeledah di Pinggir Jalan, Polisi Temukan Sabu di Saku Belakang Celana Ali

"Ada peningkatan dari tahun lalu, enam kasus, tersangka naik 10 orang dan barang bukti sabu juga naik, 3,28 gram," katanya kepada sejumlah wartawan, Senin (28/10/2019).

Meski Eko Hadi Prayitno merasa puas dengan kinerja pengungkapan kasus peredaran gelap narkotika dan obat terlarang, tak lantas membuat kendor penangkapan pengguna maupun pengedar narkoba yang tersisa.

Wilayah pintu gerbang diperbatasan akan menjadi atensi kegiatan pengawasan yang ditingkatkan untuk memerangi peredaran gelap narkotika dan obat terlarang.

Itu seperti wilayah Lokpaikat dan Bakarangan serta Kecamatan Piani yang berbatasan dengan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Kemudian, wilayah Kecamatan Binuang dan Salam Babaris yang berbatasan dengan Kabupaten Banjar.

Selanjutnya, wilayah Kecamatan Candi Laras Utara yang berbatasan dengan Kabupaten Barito Kuala.

Baca: Empat warga Tabalong Diamankan, Polisi Sita 7,13 Sabu

Semua pengungkapan dalam operasi Antik 2019 tak lepas dari peran serta masyarakat yang melaporkan adanya transaksi narkotika di wilayah tempat tinggalnya.

Menurutnya, keberhasilan operasi Antik 2019 juga buah dari kesungguhan para anggota polisi di lapangan yang gesit mengungkap kasus.

"Semakin sering mengungkap peredaran narkotika dengan sendirinya mempersempit ruang gerak pelaku hingga menekan angka pengguna narkotika," katanya.(banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved