Berita Tapin

Pembunuh Rahmat Hidayat di Terminal Cangkring Ditangkap, Ternyata Pelaku Dapat Bayaran Rp 500 Ribu

Empat terduga pelaku pengeroyokan korban almarhum Rahmat Hidayat diperlihatkan Kapolres Tapin AKBP Eko Hadi Prayitno

Pembunuh Rahmat Hidayat di Terminal Cangkring Ditangkap, Ternyata Pelaku Dapat Bayaran Rp 500 Ribu
Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid
Kapolres Tapin AKBP Eko Hadi Prayitno memegang barang bukti uang dan senjata tajam, Senin (28/10/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Empat terduga pelaku pengeroyokan korban almarhum Rahmat Hidayat diperlihatkan Kapolres Tapin AKBP Eko Hadi Prayitno, Senin (28/10/2019).

Kapolres Tapin AKBP Eko Hadi Prayitno mengaku pengungkapan kasus pembunuhan itu hanya dalam waktu tiga jam.

"Awalnya para pelaku ini dendam dan ingin memberi pelajaran saja kepada korban. Korban tewas karena satu pelaku yang menusuk punggung korban dipengaruhi minuman keras sehingga korban kehabisan darah," katanya kepada sejumlah wartawan.

Keempat pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, sebut Kapolres Tapin dengan ancaman pidana, paling tinggi hukuman mati, seumur hidup dan penjara selama 20 tahun.

Baca: Penerimaan CPNS di Tabalong, Pusat Berikan Jatah 215 formasi CPNS

Baca: Kebakaran Lahan Sempat Macetkan Arus Lalu Lintas di Tebing Rimbah Batola Akibat Kabut Asap Pekat

Baca: Eddy Prabowo Menteri KKP Penerus Susi Pudjiastuti Bakal Tetap Teruskan Aksi Tenggelamkan Kapal Asing

Baca: Seminar Nasional Kehutanan 2019, Hanif Tantang Para Pakar Wujudkan Konsep Pengelolaan Hutan Lestari

Terungkap juga dari peristiwa itu, para pelaku sebelum menganiaya korban, ternyata mendapatkan bayaran sebesar Rp 500 ribu.

Empat pelaku itu, Kapolres Tapin menyebut peran pelaku berinisial Ry bisa disebut pembunuh bayaran karena mendapatkan upah dari R sebesar Rp 500 ribu.

Dari pengakuan para pelaku kepada polisi, masing-masing punya peran, Ryan Santoso alias Tadung yang menusuk satu kali di punggung korban.

Kemudian, Muhammad Rafii alias Fii menebaskan parang di kaki korban sebelah kiri.

Sedangkan, dua pelaku lainnya, Jamali, tersandung karena meminjamkan senjata tajam jenis pisau miliknya kepada Rian Tadung.

Sementara, Rudi ditangkap karena memberi uang Rp 500 ribu kepada Ryan Tadung sebagai upah atau bayaran.

Halaman
12
Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved